Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 September 2014

Cara Jitu Agar Dokter Menjadi Klien Asuransi

Seperti yang sudah banyak diketahui, dokter merupakan profesi yang menjanjikan dengan penghasilan yang sangat baik. Penghasilan mereka termasuk tinggi dan sangat potensial untuk menjadi salah satu klien asuransi. Namun sayangnya, cukup banyak konsultan asuransi kesulitan untuk menggaet hati para dokter untuk menjadi klien asuransi yang mereka tawarkan.

Semua Profesi Membutuhkan Asuransi

Dokter sejatinya sama dengan profesi lain yang sebagian besar membutuhkan asuransi agar hidupnya lebih terjamin. Selain bisa dijadikan sebagai salah satu investasi, asuransi penting dimiliki untuk menjamin saat kita misalnya kehilangan pekerjaan, rumah, kesehatan dan  masih banyak lagi. Ingat bahwa kita tidak selalu muda, dan suatu saat kita akan tua dimana kemampuan fisik kita akan terbatas. Apapun profesi Anda, asuransi penting untuk dimiliki.
Dokter pun bisa menjadi tua dan terbatas kemampuannya. Saat mereka beranjak tua, kemampuan mereka untuk mengobati pasien sudah pasti secara fisik akan berkurang, contohnya dokter bedah. Saat masih muda mungkin tidak menjadi masalah untuk melakukan operasi beberapa kali dalam suatu hari.
Namun saat mereka beranjak tua, tenaga mereka untuk melakukan operasi tentu akan berkurang, bahkan tidak jarang yang sudah sama sekali tidak mampu melakuan operasi bedah, padahal dari operasi inilah sebagian besar penghasilan mereka berasal. Di saat inilah asuransi dibutuhkan untuk menjamin mereka bisa agar hidup dengan layak tanpa harus pusing memikirkan penghasilan yang sudah pasti berkurang saat mereka tidak muda lagi.

Agar Dokter Menjadi Klien

Secara umum sebenarnya tidak ada perbedaan cara untuk mengajak dokter untuk ikut asuransi dengan profesi yang lain, hanya pendekatannya saja mungkin yang harus dibedakan. Dokter sebagian besar merupakan lulusan-lulusan universitas terkemuka dan sudah pasti sebagian besar dari mereka adalah orang-orang pintar. Karena itu pendekatan yang kita lakukan juga harus pintar dan tidak terlihat hanya sekedar menjual produk asuransi semata.
Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk menarik perhatian para dokter untuk menjadi klien asuransi:
  1. Saat bertemu pertama kali, jangan terburu-buru untuk menawarkan asuransi. Jadilah teman mereka terlebih dahulu dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan calon klien yang berprofesi sebagai dokter tersebut. Tidak hanya para dokter, sebagian besar orang akan menjadi lebih senang dan lebih terbuka saat bicara dengan temannya ketimbang kepada para agen asuransi yang baru saja datang sudah menawarkan produk asuransi.
  2. Jangan datang hanya untuk merampas uang mereka. Datanglah untuk membantu masalah mereka. Diskusi dan gali masalah keuangan maupun kesehatan mereka terlebih dahulu, baru kemudian mulai dengan perlahan Anda perkenalkan produk asuransi yang bisa menjadi solusi untuk masalah yang mereka punya.
  3.  Jika memungkinkan mintalah referensi terlebih dahulu kepada klien Anda yang memiki hubungan saudara atau pertemanan dengan para dokter yang akan menjadi calon klien. Mintalah klien Anda tersebut untuk merekomendasikan atau lebih bagus lagi memperkenalkan Anda dengan mereka. Ingat, mayoritas orang, tidak hanya para dokter, akan lebih percaya kepada orang yang sudah mereka kenal dari pada kepada orang asing yang tiba-tiba datang menawarkan produk asuransi.
3 tips di atas semoga bisa membantu Anda yang sedang ingin merayu para dokter untuk menjadi klien asuransi. Anda punya tips berguna lainnya untuk menawarkan produk asuransi kepada para dokter?
FunFact: Asuransi penting untuk dimiliki karena dari 1000 orang di Indonesia, 8 orang diantaranya berisiko terkena stroke, kematian karena penyakit tidak menular naik dari 59,5 persen pada 2007 dari sebelumnya 41,7 persen pada 1995 dan biaya pengobatan di negara kita juga meningkat 10-14% dalam 3 tahun terakhir.

Minggu, 21 September 2014

Asuransi Secara Umum

Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi - Asuransi sangat di butuhkan banyak orang untuk penjaminan, Ananlisa.blogspot.com akan share Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi. Apa itu Asuransi? apa Manfaatnya? Apa saja Jenisnya? simak saja Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi.

Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi

Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi
Pengertian, Manfaat Dan Jenis Asuransi
1. PENGERTIAN ASURANSI

Pengertian, Manfaat Dan Jenis AsuransiMenurut Undang-Undang No.2 Tahun 1992 Pasal 1 :
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”.Pada hakekatnya asuransi adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) mengenai pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.
Resiko yang dialihkan meliputi: kemungkinan kerugian material yang dapat dinilai dengan uang yang dialami nasabah, sebagai akibat terjadinya suatu peristiwa yang mungkin/belum pasti akan terjadi (Uncertainty of Occurrence & Uncertainty of Loss). Misalnya :
1.      Resiko terbakarnya bangunan dan/atau Harta Benda di dalamnya sebagai akibat sambaran petir, kelalaian manusia, arus pendek.
2.      Resiko kerusakan mobil karena kecelakaan lalu lintas, kehilangan karena pencurian.
3.      Meninggal atau cedera akibat kecelakaan, sakit.
4.      Banjir, Angin topan, badai, Gempa bumi, Tsunami

2. MANFAAT ASURANSI
Pengertian, Manfaat Dan Jenis AsuransiSetiap asuransi pasti bermanfaat, yang secara umum manfaatnya adalah :
1. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
2. Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
3. Transfer Resiko; Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi.
4. Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
5. Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
6. Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
7. Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha

3. JENIS ASURANSI
Pengertian, Manfaat Dan Jenis AsuransiJenis asuransi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Asuransi kebakaran
Asuransi kebakaran ialah asuransi yang mempertanggungkan kerugian akibat kebakaran yang terjadi di daratan.Kalau suatu bangunan telah diasuransikan terhadap bencana kebakaran, maka dicantumkan dalam perjanjian.
2. Asuransi pengangkutan
Asuransi pengangkutan adalah asuransi yang mempertanggungkan kemungkinan resiko terhadap pengangkutan barang.
Asuransi pengangkutan dapat dibagi menjadi:
a. Asuransi pengangkutan darat - sungai
b. Asuransi pengangkutan laut
c. Asuransi pengangkutan udara.
3. Asuransi jiwa
Persetujuan antara kedua pihak, yang di dalamnya tercantum pihak mana yang berjanji akan membayar premi dan pihak lain yang berjanji akan membayar sejumlah uang yang telah ditentukan jika seseorang tertanggung meninggal atau selambat-lambatnya pada waktu yang ditentukan. Asuransi jiwa adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dengan konsumen yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi akan memberikan santunan sejumlah dana apabila konsumen meninggal dunia, atau ditanggung sampai masa tertentu. Dengan adanya asuransi jiwa ini, maka keluarga yang ditinggalkan merasa aman dari segi keuangan, walaupun ini tidak diharap-harap.
Pangsa pasar asuransi jiwa di negara kita sangat potensial. Tahun 2001 sudah ada 10,71% penduduk yang menjadi konsumen asuransi jiwa, sebagaimana diungkapkan oleh AAJI = Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.
Asuransi jiwa terdiri atas dua macam yaitu:
a.       Asuransi modal, pada asuransi ini telah tercantum dalam polis bahwa bila telah tiba saatnya (meninggal/habis masa asuransi) maka ganti rugi akan dibayar sekaligus.
b.      Asuransi nafkah hidup, di sini ganti rugi dibayarkan secara berkala selama yang dipertanggungkan masih hidup.
4. Asuransi kredit
Mempertanggungkan kemungkinan resiko pemberian kredit kepada orang lain. Dalam hal ini asuransi hanya mengganti kerugian setinggi-tingginya 75% dari kerugian.Di negara kita pernah ada LJKK (Lembaga Jaminan Kredit Koperasi) yang memberi jaminan kepada Bank, terhadap pinjaman koperasi.
5. Asuransi kecurian
Yang termasuk dalam asuransi kecurian ini harus disebutkan satu persatu barang yang diasuransikan itu. Apabila terjadi resiko, maka barang-barang tersebut akan diganti.
6. Asuransi perusahaan
Pertanggungan kerugian ini menyangkut perusahaan yang dirugikan oleh suatu sebab yang dapat menghentikan/menghambat kegiatan perusahaan.Ganti kerugiannya biasanya didasarkan kepada keuntungan kotor yang terlepas karena terhentinya kegiatan perusahaan tersebut.
7. Asuransi mobil
Resiko yang dipertanggungkan dalam asuransi kendaraan bermotor ini antara lain: kerugian atau kerusakan kendaraan yang disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir dijalan, oleh sebab apapun juga, karena perbuatan jahat orang lain, pencurian, kebakaran, sambaran petir, juga termasuk kerugian karena adanya uru hara, dan total lost dari kendaraan.
8.   Asuransi terhadap tanggung jawab karena hokum
Asuransi yang dilakukan untuk menjaga kalau-kalau kita berbuat kesalahan yang dapat merugikan seseorang atau harta benda seseorang.
9. Asuransi tenaga kerja (Astek)
Asuransi tenaga kerja yaitu usaha asuransi yang dibentuk oleh pemerintah untuk menanggung resiko yang menimpa tenaga kerja diperusahaan/pabrik.Dengan jasa asuransi ini para pengusaha dan masyarakat umumnya dapat mengurangi/meringankan malapetaka.Selain itu dengan asuransi diharapkan perlindungan ekonomi, finansial dengan menyediakan fasilitas yang dapat membantu kepentingan orang banyak.

Kamis, 18 September 2014

Investasi Pendidikan

Investasi apa yang paling berharga dalam hidup Anda?
Emas? Property? atau Saham? Investasi yang paling berharga adalah investasi pada anak. Anda pasti bangga jika mempunyai anak yang pintar, mencintai orang tuanya, dan juga bisa mempunyai pendidikan yang tinggi. Sebagai orang tua yang bijak, Anda pasti ingin cita-cita anak Anda dapat tercapai, dengan biaya pendidikan yang tersedia. Dilain pihak, biaya pendidikan semakin hari semakin mahal. Tentunya, dengan semakin lengkap fasilitas pendidikan, dan semakin bonafide sebuah Perguruan Tinggi, maka semakin besar biaya pendidikannya.
Mari kita hitung, sebagai contoh:

Usia anak Anda saat ini 3 tahun.
Tingkat inflasi 10%, dan Biaya Pendidikan untuk Perguruan Tinggi adalah Rp 100.000.000,-.

maka saat usia anak Anda 18 tahun, biaya Pendidikan melonjak menjadi Rp 420.000.000,-
Wow ! luar biasa angkanya, tentunya Anda bertanya-tanya, apa mungkin mendapatkan uang sebanyak itu.
Tugas anak Anda adalah belajar dengan sebaik-baiknya, dan tugas Anda sebagai orang tua adalah menyiapkan dananya sehingga pada saatnya, dana yang diperlukan sudah tersedia. Untuk itu, solusinya adalah dengan mempersiapkan sejak dini.
Pertanyaan selanjutnya adalah :
  • Berapa yang harus Anda tabung ?
  • Apakah yang sudah saya tabung selama ini cukup ?
  • Bagaimana jika Anda tidak dapat menabung lagi karena terjadi resiko ?

Tabungan Pendidikan vs Asuransi Pendidikan

Masih banyak yang bertanya, apa beda antara keduanya. Penjelasan singkatnya kurang lebih seperti ini.
Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak. Lalu bedanya dimana ? Asuransi Pendidikan memiliki nilai tambah, karena melindungi si pencari nafkah (dalam hal ini orang tuanya, ayah atau ibunya, atau keduanya), sehingga pada saat resiko terjadi, apakah karena dipanggil Tuhan lebih cepat, sakit kritis, atau cacat total yang mengakibatkan orang tuanya tidak dapat bekerja lagi, dana pendidikan dipastikan tetap tersedia bagi buah hati kita.
Masih bingung atau ada pertanyaan, dan jika Anda ingin tahu SOLUSI untuk perihal ini…

Hubungi kami segera

Selasa, 16 September 2014

APA ITU GARANSI INCOME ?


Sering bila saya bertanya kepada orang, apa tujuan Anda bekerja? Dipastikan mereka menjawab 'untuk mendapatkan penghasilan' !!
Jadi dasar utama dari perencanaan keuangan adalah income atau penghasilan. Tanpa income maka tidak ada elemen yang lain. Namun ironisnya hanya sedikit orang yang mengerti dan sadar bahwa income harus dilindungi dan bahkan harus dipertahankan dari tahun ke tahun.
Banyak orang justru berpikir bagaimana bekerja lebih keras, untuk mendapat ncome yang lebih banyak. Memikirkan investasi, agar uangnya berkembang berlipat ganda. Serta mencari peluang peluang baru untuk memperoleh income semaximal mungkin. Inilah kesalahan yang cukup fatal dalam perencanaan keuangan.

Kalau kita melihat sebuah permainan sepak bola tentunya tiap team berharap akan memenangkan pertandingan dengan sebanyak mungkin menciptakan goal. Striker atau penyerang tugasnya adalah merobek jala lawan. Setiap peluang harus diambil untuk menciptakan goal. Bila seorang stiker dalam permainan tersebut bermain jelek, tidak berhasil memasukkan bola pada gawang apakah berakibat fatal? Tidak, karena mereka akan menunggu peluang lagi bila ada untuk menciptakan goal. Namun bila seorang kiper bermain jelek, maka akibatnya akan fatal!! gawangnya kebobolan, bisa dipastikan teamnya menuju kekalahan. Kiper tidak boleh melakukan kesalahan.
Demikian juga dalam perencanaan keuangan, striker atau penyerang adalah bagian dari investasi atau bisnis. Bila investasi jelek masih ada kesempatan berikutnya. Sedangkan kiper dalam hal ini adalah bagian yang menjaga keamanan income. Dia tidak boleh melakukan kesalahan. Kesalahan kiper dalam perencanaan keuangan akan berakibat fatal pada keluarga tersebut. Bila tidak punya kiper, maka income tidak ada yang melindungi. Disinilah peran asuransi sebagai kiper yang menjaga gawang keuangan keluarga.

Pada umumnya masyarakat hanya berpikir tentang mendatangkan income dan kemudian bagaimana mengembangkan incomenya agar berlipat ganda. Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana melindungi incomenya. Kalaupun mereka sempat memikirkannya, justru melindungi income diletakkan bagian yang terakhir.
Kenyataan banyak terjadi, sebagian orang mengalami musibah kehilangan income dan kehilangan kemampuan untuk menghasilkan income secara permanen, pada saat mereka berusaha mendatangkan income dan berinvestasi.
Dalam perencanaan keuangan keluarga, melindungi income merupakan hal penting, yang mendapat prioritas setelah mendatangkan income. Setelah itu baru memikirkan bagaimana mengembangkan income atau berinvestasi.
Sering orang tidak mau melindungi incomenya dengan dasar pemikiran harus mengeluarkan uang. Mereka tidak rela seakan membuang uangnya untuk sesuatu yang tidak pasti.
Padahal untuk mendatangkan incomepun seseorang harus mengeluarkan biaya. Bisa biaya produksi, biaya pemasaran, untuk memulai usahanya, yang sesungguhnya juga belum mendapatkan kepastian soal hasilnya. Demikian juga dalam berinvestasi selalu ada biaya yang harus dibayarkan. Entah kepada Manager Investasi, atau membayar pajak. Dimana semua investasi selalu mengandung resiko seberapapun kecilnya. Maka hal yang wajar bila untuk melindungi income juga harus mengeluarkan biaya semacam premi asuransi.

Apa yang menyebabkan seseorang bisa kehilangan income ?
Krisis ekonomi yang kerap terjadi bisa mengurangi kemampuan seseorang menghasilkan income, bahkan banyak yang kehilangan income secara drastis. Namun situasi semacam ini masih bisa diatasi selama orang tersebut masih sehat dan punya semangat kerja. Dia bisa memulai lagi dan berjuang kembali untuk memperoleh income.
Sakit kritis dengan cepat bisa menghentikan income seseorang. Bahkan menghabiskan uang yang telah dikumpulkan dengan susah payah. Sering malah menjadi beban secara finansial bagi keluarganya. Situasi ini dari seorang penghasil income menjadi penghabis income.
Dan terakhir adalah kematian yang menghentikan income. Tuhan tidak pernah berunding ketika akan memanggilnya. Meninggal adalah sesuatu yang pasti. Namun yang tidak ada kepastian adalah waktunya.

Kematian seorang kepala keluarga berarti juga KEHILANGAN SUAMI, AYAH, dan PENGHASILAN !!
Dalam situasi di atas, tidak cara yang lebih baik yaitu dengan mentranferkan resiko kepada pihak lain. Dan mekanismenya hanya life insurance yang bisa menanggung resikonya, selama kita memenuhi persyaratan. Karena untuk bisa mentranfer resiko kita ke life insurance kita harus sehat. Bila saatnya kita membutuhkan - saat sudah sakit- tidak ada life insurance yang mau menerima kita.
Sangatlah wajar bila kita melindungi income kita, karena income sangat penting bagi kita dan keluarga. Semua asset yang sudah diperoleh, mulai rumah, mobil, deposito, emas, usaha, dibeli dan dibayar melaui income kita.
Sering orang lebih melindungi aset aset nya daripada sumber incomenya. Banyak mobil mewah diasuransikan, namun kadang pemiliknya tidak mempunyai polis.
Bila ada Angsa yang bisa bertelor emas, dan Anda hanya boleh memilih satu saja yang diasuransikan, mana yang Anda pilih, Angsa atau Telornya ?
Ya Anda pasti memilih Angsa nya yang di asuransikan. Karena Angsa lebih berharga daripada telor emasnya. Angsa itu setiap saat akan bertelor emas.
Ilustrasi ini mengatakan setiap kita adalah angsa yang bertelor emas. Jadi prioritas pertama dalam mengasuransikan adalah diri kita sendiri. Setelah itu barulah kita melindungi aset aset kita.
Seperti halnya dalam sebuah bangunan, bagian terpenting adalah pondasi. Penampakan luar bukan tidak penting, namun tanpa pondasi yang kuat dan kokoh tidak ada gunanya keindahan bangunan. Keindahan yang dibuat di bangunan tersebut membutuhkan biaya yang mahal, dan menimbulkan banyak kerugian bila bangunannya hancur akibat pondasi yang tidak diperhitungkan sehingga bangunan mengalami penurunan dan roboh. Biaya pondasi tidak murah, bisa menghabiskan 20 - 30 % dari keseluruhan biaya bangunan. Pondasi tidak indah, tidak menarik, bahkan tidak kelihatan. Orang yang mendiami bangunanpun tidak bisa bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Tetapi pondasi harus tetap ada, tidak bisa asal asalan, dan materialnya tidak bisa menggunakan yang murahan. Namun membutuhkan perhitungan khusus.
APAKAH ANDA SUDAH MEMILIKI PONDASI YANG KOKOH UNTUK PERENCANAAN KEUANGAN ANDA?