Selasa, 09 Oktober 2018

COMMUNITY AND MENTORS

BERGAUL DAN BELAJAR DENGAN ORANG SUKSES

Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri. Begitu pula di dunia entrepreneurship. 

Kita semua, pada suatu saat dalam hidup kita, membutuhkan nasihat dan pertolongan dari orang lain
Setiap individu, tidak peduli siapapun, pasti memerlukan pertolongan dari orang lain.

Kesuksesan meninggalkan jejak, baik secara pola pikir dan strategi yang mereka lakukan, sehingga kita tinggal mengikuti saja apa yang dilakukan role model kita tersebut untuk mencapai kesuksesan seperti mereka saat ini.

Bahkan ada penelitian bahwa kita saat ini merupakan pencerminan dari 5 orang yang terdekat dengan kita. 

5 orang ini yang rata-rata penghasilannya kita hitung adalah 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita setiap harinya. 
Mereka bisa saja sekretaris, rekan kerja, atau bahkan asisten rumah tangga kita. Siapa saja yang paling sering bersama kita.

Coba kita buktikan, tuliskan kisaran pendapatan mereka. 

Kemungkinan besar, pendapatan kita merupakan rata-rata dari 5 orang terdekat tersebut.

Jadi, salah satu kunci meningkatkan penghasilan kita adalah menentukan siapa orang-orang yang akan sering bersama-sama kita setiap harinya. 

Orang yang kaya akan merasa nyaman dengan orang-orang sukses lainnya, mereka merasa layak bersama. 

Namun orang miskin tidak nyaman dengan orang-orang yang sangat sukses. Mereka takut kalau akan ditolak atau merasa seolah-olah tidak pantas.

Jika kita ingin menjadi kaya, maka kita harus mengubah batin dan pola pikir agar dapat sepenuhnya merasa yakin untuk bergaul dengan orang-orang sukses tersebut dan kita pun akan menjadi sukses.

Hasil studi dari seorang penulis Thomas C Corley membuktikan bahwa untuk meraih kesuksesan, para miliarder ternyata sejak awal menghindar bergaul dengan orang yang berpikir negative

Corley memahami perbedaan antara menjadi kaya dan miskin di usia Sembilan tahun, ketika usaha ayahnya bangkrut hanya dalam waktu satu malam karena kebakaran, yang membuat dia bersama sebelas anggota keluarga lainnya hidup dalam ketakutan akan kehilangan rumah mereka.

Ketika dewasa, Corley menghabiskan waktu selama lima tahun untuk meneliti kebiasaan dari 233 orang kaya di dunia. Dari penelitian tersebut dia menemukan ada banyak perbedaan besar antara kebiasaan orang kaya dan orang miskin, salah satunya adalah dalam hal memilih teman. Para miliarder sangat mementingkan dengan siapa mereka bergaul.

“Banyak miliarder sangat mementingkan dengan siapa mereka bergaul, Anda akan sukses sesuai dengan siapa Anda bersosialisasi. Orang kaya selalu mencari orang yang berorientasi pada tujuan, optimis, antusias, dan yang memiliki pandangan mental yang positif secara keseluruhan,” tulis Corley dalam bukunya Change Your Habits, Change Your Life.
Hasil studinya menunjukkan bahwa 86 persen dari orang kaya yang ia teliti bergaul dengan orang yang berpikir sukses, optimis dan menghindari orang yang berpikir negative, seperti pesimistis.

Agar dapat menjadi orang yang optimis dan percaya diri untuk bergaul dengan orang sukses, bisa coba untuk membuat deklarasi pada diri sendiri: 

Letakkan tangan di hati dan katakan:
“Saya mencontoh orang-orang kaya dan sukses.”
“Saya bergaul dengan orang kaya dan sukses.”
“Jika mereka bisa melakukannya, saya bisa melakukannya!”
“Saya memiliki pikiran jutawan!”

Apabila kita bergaul dengan penjual parfum, kita akan jadi wangi. Bergaul dengan penjual ikan, kita akan kena bau amis. Bergaul dengan perampok, kita bisa juga disangka sama dengan perampok. Bergaul dengan orang positif membuat kita menjadi orang yang positif juga.

Bagaimana kalau kita bergaul dengan orang yang sukses dalam bisnis? Pasti kita juga tidak jauh levelnya dari mereka, bukan? ๐Ÿ˜‰

MENTOR

Kamus mendefinisikan kata “mentor” (pembimbing) sebagai “seseorang yang bijaksana dan penasihat atau guru yang bisa dipercaya”. Definisi lain adalah “seorang pelatih”. 

Pertama-tama, seorang mentor dapat memberi kita persepektif yang berbeda

Seringkali kita berada terlalu dekat dengan masalah sehingga tidak dapat melihatnya secara objektif. Kita terjebak dalam emosi pada situasi tersebut : takut, gembira, penasaran, gelisah, bingung. 

Tapi seorang mentor dapat melihat dari perspektif yang berbeda, sehingga dapat memberikan gambaran dari sudut pandang berebeda yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. 

Pengalaman ditambah dengan waktu = kebijaksanaan. 
Seorang mentor dapat memberikan kebijaksanaan dari pengalaman seumur hidupnya.

Kedua, seorang mentor dapat memberi kita keahlian

Seorang mentor dapat mengisi kekosongan dari kekurangan kita. 
Dalam mempelajari suatu pekerjaan baru, seorang mentor yang berpengalaman dapat membuat mudah suatu proses, membimbing kita melalui bagian-bagian sulit, membantu kita menghindari kesalahan, dan memperingatkan kita akan bahaya. 

Singkatnya, seorang mentor membantu kita menghindari pengalaman-pengalaman gagal, yang merupakan pelajaran paling mahal dalam bentuk waktu, uang, dan emosi yang menyakitkan. Seorang mentor dapat mempercepat jalan kita menuju sukses.

Ketiga, seorang mentor membuat kita sabar dalam mempelajari keterampilan baru

Dalam mempelajari sesuatu yang baru, ada yang namanya learning curve (kurva pembelajaran). Seorang mentor dapat mengajari kita untuk bersabar ketika kita sedang berjuang melalui kesalahan untuk menjadi seorang ahli.

Tentukan ilmu yang ingin kita perdalam dan kuasai 
Jika kita ingin berbisnis, cara tercepat, teraman, dan termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan belajar dari seseorang yang sudah ahli di bidang tersebut. 

Serap ilmu dari mentor-mentor tersebut, belajar berpikir seperti bagaimana mereka berpikir untuk mencapai hasil yang mereka dapatkan

[ACTION TO DO]

Agar dapat bergaul dengan orang sukses dan positif, maka kita harus menjadi pribadi yang positif juga. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Jauhkan pikiran “Bagaimana kalau nanti……?”
Apabila sesuatu belum terjadi namun kita sudah meramal yang bukan-bukan, kita hanya bisa fokus ke hal-hal negative saja. 

Daripada berprasangka buruk, gantilah dengan prasangka baik dan membuat strategi bagaimana jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita. 

Orang yang berprasangka buruk hanya bisa tenggelam dalam pikiran negative nya saja tanpa mencari solusi yang baik.

2. Berteman dan berkumpul dengan orang positif
Hal yang sangat penting yaitu membuat diri kita berada pada lingkungan yang positif.

Namun apabila saat ini merasa lingkungan kurang mendukung, carilah komunitas positif dan bergabunglah dengan komunitas positif yang ada, seperti komunitas bisnis. 

Komunitas sangatlah penting untuk menunjang apa yang ingin kita capai, sehingga bisa saling mendukung dan belajar.

3. Baca buku atau nonton film yang positif
Jika ingin menonton, hindari tontonan TV yang tidak penting. 

Isi pikiran kita dengan membaca buku dan menonton yang dapat menambah pengetahuan kita, membangkitkan semangat, dan juga mempertajam keahlian kita. 

Misalnya buku biografi orang-orang sukses, kita akan termotivasi dan juga mempelajari pola pikir mereka. 

Ke perpustakan, toko buku, atau bisa browsing dari internet untuk mencari biografi orang-orang kaya dan sukses, seperti: Andrew Carnegie, Warren Buffet, Donald Trump, Jack Welch, Bill Gates, Merry Riana, dll. 

Pelajari cerita mereka sebagai inspirasi dan mempelajari strategi sukses, dan yang paling penting meniru pola pikir mereka.

4. Miliki Mentor
Dengan adanya mentor akan mempercepat proses belajar kita, apalagi mentor tersebut adalah orang yang sudah pernah mendapatkan apa yang ingin kita capai.

5. Melihat sisi baik dari suatu kejadian
Suatu peristiwa yang kita hadapi, pasti ada hikmahnya. 

Walaupun kita saat ini mengalami hal yang buruk, namun pasti selalu ada hal positif yang bisa kita bisa ambil dari kejadian tersebut.

6. Bersyukur
Bukan berfokus kepada apa yang tidak kita miliki, tapi cobalah untuk mengingat hal-hal yang menjadi milik kita. 

Ingat semua hal baik yang pernah terjadi. Bersyukur atas hidup kita bisa membuat kita menjadi lebih positif lagi

7. Visualisasi
Dengan membayangkan apa yang ingin dicapai atau membayangkan menjadi seseorang yang kita kagumi bisa menjadi motivasi dalam diri serta membantu kita merasa lebih positif dalam menjalani hidup.

8. Pikirkan cara untuk mengubah visualisasi menjadi tindakan
Langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana kita bisa mencapai tujuan yang telah kita visualisasikan tadi. Hanya sekedar membayangkan saja namun tidak ada action tidak akan memuatnya menjadi kenyataan. Oleh sebab itu, buatlah strategi step-by-step untuk mewujudkan hal tersebut.

Senin, 08 Oktober 2018

Grow Ourselves and Be Bigger Than Our Problems

Banyak yang salah kaprah, menjadi seorang entrepreneurs itu enak dan gampang! Eits.. tunggu dulu… 

Untuk yang sudah terjun ke dunia entrepreneurship, pasti pernah mengalami hal ini. 

Hidup menjadi seorang entrepreneurs bagaikan mengendarai roller coaster ๐ŸŽข๐ŸŽข๐ŸŽข

Naik turun, penuh lika liku, belokan, jungkir balik… Tak jarang penuh dengan perangkap dan jebakan, rintangan dan hambatan, serta masalah-masalah yang harus di hadapi...

Tapi apakah dengan begitu jadi mengurungkan niat kita menjadi seorang entrepreneur?

Tentu tidak ya… Karena kita sudah punya mindset tentang menjadi entrepreneur yang benar. 
Dengan menjadi entrepreneur, tentu banyak pula hal baik yang bisa kita lakukan.. Kita bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak, bisa menjadi saluran berkat pula melalui pekerjaan kita, dan masih banyak hal positive lainnya..

Tuhan menganugerahkan manusia kehendak bebas. 

Manusia memiliki keinginannya sendiri, dan dalam upaya memenuhi keinginannya tersebut, saat itu mungkin ia akan menjumpai masalah dan juga tantangan-tantangan.

Ketika dihadapi dengan suatu masalah, terkadang secara tidak langsung kita berpikiran hal itu menjadi sulit untuk dilakukan. Jalan yang harus kita tempuh mungkin akan terasa sulit. 

Hal ini membuat tidak banyak orang berani untuk mengambil jalan ini..

Perjalanan sebagai seorang entrepreneurs tidaklah selalu mulus, namun dari situlah kita belajar. 

Terkadang masalah yang dihadapi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. 

Bagaimana caranya keluar dari masalah tersebut sangat ditentukan oleh bagaimana respons dan perspective kita terhadap masalah itu.

Kami percaya ada perbedaan besar antara seorang yang kaya dengan seorang yang miskin. 

Orang kaya LEBIH BESAR dari masalah mereka, sedangkan orang miskin dan orang yang tidak sukses LEBIH KECIL dari masalah mereka. 

Kebanyakan orang miskin dan orang yang tidak sukses hanya akan focus pada masalah yang mereka hadapi, menghabiskan waktu mereka dengan mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja, seakan-akan masalah yang merekalah orang yang paling menderita di dunia ini. 

Mereka juga suka menyalahkan keadaan atau orang lain atas masalah yang mereka hadapi ๐Ÿคฏ๐Ÿ˜ก๐Ÿค•

Sedangkan, orang kaya focus pada GOAL mereka. 

Orang kaya dan sukses focus pada SOLUSI. 

Mereka menghabiskan waktu mereka BUKAN MENGELUH, tetapi berusaha untuk membuat strategi dan rencana untuk menjawab tantangan-tantangan yang muncul dan menciptakan system untuk mencegah masalah tersebut muncul kembali.

HOW TO BE BIGGER THAN OUR PROBLEMS?

Bayangkan, dari level 1 sampai 10, dimana 1 adalah paling rendah dan 10 adalah paling tinggi.

Seandainya sekarang kita berada pada level 2, dan kita harus menghadapi masalah di level 5, apakah masalah tersebut akan kelihatan besar bagi kita?

Ya, tentu akan terasa besar karena kita berada pada level dibawah masalah kita. 

Namun jika kita berada pada level 10, dan menghadapi masalah di level 5, apakah masalah tersebut akan menjadi besar bagi kita?

Tentu tidak ya.. Karena KITA LEBIH BESAR dari masalah kita.

Seandainya kita memiliki suatu gelas yang kecil, kemudian diisi oleh air yang banyak. Apakah akan tumpah?

Yap, pasti tumpah.. 

Begitulah gambaran akan keadaan kita. Jika kita hanya memiliki “gelas” yang kecil untuk menampung kekayaan, uang yang kita dapatkan hanyalah seukuran gelas kecil tersebut. Namun jika kita memperbesar “gelas” kita, mengembangkan diri kita, tentunya kita dapat menampung kekayaan yang lebih besar.

Rahasia kesuksesan bukanlah dengan menghindari, menyingkirkan, atau mengecilkan masalah. Rahasianya adalah meningkatkan diri Anda sehingga Anda lebih besar daripada segala masalah yang ada – T. Harv Eker

THE GIFT OF FAILURES

Tentu tidak ada seorangpun yang suka jika ia gagal. Kegagalan biasanya diikuti dengan kehilangan sejumlah besar uang, waktu dan bahkan gengsi. Jika kegagalan terjadi kepada kita, ingatkan diri kita – That’s OK. Asalkan ketika mengalami kegagalan, Kita harus bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi!!

Bahkan, mungkin kita perlu mengalami kegagalan terlebih dahulu, karena terkadang kegagalan memberi kita hadiah-hadiah yang mungkin tak ternilai :

1. Kegagalan Mengasah Kualitas Diri Kita

Kegagalan dan kekalahan adalah guru terbesar kehidupan. 

Ada perbedaan besar antara pernyataan “Saya telah gagal tujuh kali” dengan “Saya adalah orang yang gagal”. 

Kegagalan itu hanyalah kondisi hidup, bukan melambangkan diri kita. Kegagalan tidak lantas menjadikan diri kita sebagai seorang pecundang. 

Kita memiliki dua pilihan ketika mengalami kegagalan : terpuruk atau bangkit kembali. Ketika kita memutuskan untuk bangkit kembali, disitulah kualitas diri kita diuji.

Untuk menjadi diri kita yang terbaik, membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, kita tidak boleh takut akan kegagalan. 

Kita harus bepikir besar dan kita harus mendorong diri kita untuk mencapai potensi diri yang maksimal.

2. Kegagalan Membuat kita Siap untuk Mengambil Risiko

Banyak orang yang bermain aman saja dan mengulangi pilihan yang aman berulang kali, tidak berani ambil risiko karena kegagalan mengintai di setiap tantangan baru yang kita ambil.

Mengambil risiko adalah bagian dari usaha kita untuk mencapai kesuksesan. Kita tidak akan sukses bila tidak berani mengambil risiko, termasuk risiko untuk gagal. 

Ketika tujuan dan impian begitu jelas, kita akan memperjuangkan impian kita dengan layak dan sebaik-baiknya dengan segala risikonya, baik besar maupun kecil, baik positif maupun negative. 

Ketika sudah pernah mengambil risiko, merasakan kegagalan dan kemudian bangkit lagi, semakin kita terlatih untuk mengambil keputusan-keputusan yang lebih tepat.

3. Kegagalan Mengajarkan kita tentang Kerendahan Hati

Kegagalan membuat kita menyadari keterbatasan kita. Mungkin, kegagalan juga salah satu teguran bagi kita karena memiliki prioritas yang salah. 

Salah satu sosok yang menginspirasi kami adalah J.K. Rowling, penulis novel bestseller Harry Potter. Pada masa sebelum Harry Potter dikenal diseantero dunia, J.K. Rowling memiliki hidup yang sangat sulit. 

Ia adalah seorang single parents dengan seorang anak perempuan yang masih bayi dan hidup sangat berkekurangan, depresi, dan pernah nyaris bunuh diri. Namun ia tidak berhenti berjuang meskipun pada awalnya novelnya ditolak penerbit, sampai pada akhirnya menjadi bestseller dan ia pun meraih predikat salah satu wanita terkaya di dunia.

Karena sudah pernah merasakan berada di bawah, ia menjadi seorang sosok yang sungguh rendah hati dan dermawan. 

Ia rela menyumbangkan sebagian kekayaannya meskipun ia harus dihapus dari daftar miliarder versi Forbes. Kegagalan di masa lampau telah mengajarkannya untuk rendah hati dan memberinya pelajaran hidup.

4. Kegagalan Membuat Kita Semakin Kuat dan Bertumbuh

Bagi J.K. Rowling, kegagalan yang harus ia hadapi justru memberinya kekuatan. Ia sadar, meskipun ia telah begitu gagal sampai tidak memiliki apapun, ia masih bisa tetap hidup. Justru karena ia tidak punya apa-apa, ia bisa focus pada satu hal yang ia dapat lakukan, yaitu menulis. Meskipun hidupnya pernah hancur, namun ia bisa bangkit lagi dan membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupannya yang baru. 

Belajar dari kisah J.K. Rowling, ketika gagal dan kemudian bangkit kembali, ia menjadi semakin percaya diri dalam memasuki situasi dan kehidupan baru. 
Karena ia tahu : Ia akan baik-baik saja apapun yang terjadi.

Anda dapat mengontrol hidup anda sendiri. Kehendak Anda sendiri sangatlah kuat – JK Rowling

Semakin banyak kita berhasil bangkit dari kegagalan, kegagalan menjadi tidak menakutkan lagi. Selain itu, pulih dari kegagalan dapat membangkitkan kepercayaan diri kita sehingga membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan berkembang dan bertumbuh jauh melebihi sebelumnya.

5. Kegagalan Membuat kita Lebih Pintar, Bijaksana dan Bertanggungjawab

Ternyata, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa masalah membuat kita menjadi lebih pintar, lho! 
Menurut penelitan dalam Journal of Applied Psychology menyimpulkan bahwa kesalahan, masalah, dan tantangan menghasilkan tingkat pembelajaran yang tinggi.

Hal ini karena ketika menghadapi masalah, otak kita dilatih untuk bekerja dan memikirkan solusi atas masalah tersebut.

Banyak orang yang mengira pertambahan usia lah yang membuat seseorang menjadi bijaksana. Namun sebenarnya yang lebih tepat adalah kayanya pengalaman hidup seseorang yang menjadikan ia pribadi yang bijaksana.

Ketika dilanda kegagalan, orang sukses biasanya mengambil keputusan secara bijaksana, yakni menerima masalah tersebut, bertanggung jawab atas segala konsekuensi dan terus berjalan maju. 

Saat gagal dalam bisnis, orang yang tidak sukses tidak mengambil keputusan bijaksana dan langsung menyerah, tanpa mencari tahu dahulu faktor apa yang membuat ia gagal. 

Mereka cenderung menyalahkan orang atau hal-hal lain sebagai penyebab. Sikap ini membuat orang yang tidak sukses menyerahkan nasibnya pada orang lain. 

Mereka tidak terdorong untuk belajar dari kegagalan dan mau bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

CHANGE HOW YOU THINK ABOUT PROBLEM

Setiap orang PASTI pernah mengalami kegagalan. 

YES, semua orang pasti pernah. 
Apa ada yang ketika masih bayi langsung bisa berlari tanpa berkali-kali gagal melangkah?
Jika kita ingat ketika pertama kali belajar naik sepeda, sebelum semahir sekarang, mungkin rasanya mengendarai sepeda itu sulit sekali. 
Berkali-kali jatuh, lutut berdarah. 

Namun jika kita melihat kesulitan saat belajar naik sepeda dengan kacamata kita sekarang, sepertinya itu hanyalah permasalahan kecil, bukan?

Mungkin banyak dari kita yang menganggap tantangan dan masalah sebagai suatu hal yang negative dan menakutkan. 

Hal itu sangatlah wajar

Namun, seandainya kita mencoba memandang masalah tersebut dari perspektif yang berbeda, mungkin tantangan-tantangan yang harus kita hadapi saat ini sebetulnya hanyalah tantangan kecil yang bertujuan untuk perkembangan diri dan bisnis kita.

Kita pasti selalu berusaha menghindari kegagalan. Namun sesungguhnya, kegagalan merupakan bagian proses meraih keberhasilan. 

Selama mau melewatinya dengan positif, kita akan bertransformasi dan berubah. 

Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana respons kita dalam menghadapi kegagalan tersebut.

Diperlukan suatu kemampuan diri kita untuk mau berproses, gagal dan bangkit lagi, dan tidak terpuruk pada kegagalan itu. 

Bila kita benar-benar ingin mewujudkan impian kita, jangan sekedar berharap dan mengeluh. 

Segeralah bekerja, jangan ragu jika mengalami banyak kegagalan, terus maju dan atasi masalah dan kegagalan itu. Perbaiki setiap kesalahan dan jadikan kesalahan sebagai batu pijakan untuk meraih kesuksesan.

[ACTION TO DO]

1. Belajar menerima kegagalan
Ketika mengalami kegagalan, terimalah itu dan jangan menyalahkan keadaan. 

Jangan menganggap kegagalan sebagai musuh, tapi izinkanlah kegagalan hadir dalam kehidupan kita. 

Karena dengan melakukan ini, kita juga mengijinkan keberhasilan menjadi bagian dalam kehidupan kita ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Ingatlah bahwa kegagalan itu bersifat sementara dan tidak berlangsung sementara. 

Tarik nafas yang dalam dan katakan kepada diri sendiri “Saya pasti bisa! Saya LEBIH BESAR dari masalah ini”

2. Pertahankan sikap positif
Buat pilihan untuk selalu menjadi orang yang positif meskipun dilanda masalah. 

Selalu bersikap positif memang sangat sulit dilakukan, apalagi jika kita sedang dirundung masalah. 

Namun kita bisa melatih hal ini dengan membangun image diri kita yang positive, berkumpul dengan lingkungan yang positif dan membangun, dimana kita bisa belajar, dituntun dan bertumbuh.

3. Tuliskan masalah-masalah yang sedang kita hadapi saat ini.
Kemudian buatlah list 10 hal yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan atau paling tidak memperbaiki masalah tersebut. Hal ini bisa melatih diri kita menjadi berpikir secara solutif.

Siapkah kita untuk gagal?

Siapkah kita untuk bangkit lagi jika mengalami kegagalan? 

THINK BIG

Kita telah belajar di sesi sebelumnya bahwa bagaimana kita menjalani hidup tergantung pada pilihan kita.

Banyak orang memilih untuk bermain dalam permainan kecil / aman karena takut.
Mereka sangat takut gagal bahkan juga takut sukses. ๐Ÿค”

Nah hari ini kita akan belajar tentang pola pikir orang sukses, yaitu THINK BIG

Kehidupan kita bukan hanya tentang kita, melainkan juga tentang berkontribusi bagi orang lain, yaitu bagaimana kita menambahkan potongan puzzle kita ke dunia, bagaimana kita bermanfaat untuk dunia.

Segalanya akan berubah ketika kita mulai berpikir besar

Dalam Hukum Penghasilan menyatakan bahwa “Anda akan dibayar berdasarkan value (nilai) yang Anda berikan ke market”. Kata kuncinya yaitu “VALUE”

Empat faktor yang menentukan nilai kita di pasar yaitu:
Penawaran, Permintaan, Kualitas dan Kuantitas.

Kita semua terlahir dengan bakat alami kita

Karunia-karunia yang diberikan kepada kita dengan alasan agar kita dapat menggunakannya dan berbagi dengan orang lain.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang paling bahagia adalah mereka yang menggunakan bakat alami mereka dengan sepenuhnya.

Bagian dari misi hidup kita yaitu berbagi value dengan sebanyak mungkin orang, berarti kita mau “play big”.

Pengusaha adalah seseorang yang memecahkan masalah orang lain dan menghasilkan keuntungan dari pemecahan masalah tersebut.

Jadi, pengusaha adalah “pemecah masalah”.

Jadi apakah kita mau menyelesaikan masalah untuk orang banyak atau sedikit?

Jika memilih menyelesaikan masalah untuk orang banyak, maka kita perlu mulai “Think Big” dan putuskan untuk membantu sejumlah besar orang, ribuah bahkan jutaan.

Semakin banyak kita membantu orang maka kita akan semakin “kaya” secara mental, emosional, spiritual, dan tentunya secara financial

Richard Bach, dalam bukunya Jonathan Livingston Seagull, ditanya, “Bagaimana caranya saya tahu kapan saya menyelesaikan misi saya?”, jawabannya? “Jika Anda masih bernafas, Anda belum selesai.”

Jika kita amati lingkungan sekitar kita, banyak orang yang tidak melakukan pekerjaan yang seharusnya, banyak orang yang memilih bermain terlalu kecil.
Terlalu banyak orang yang takut untuk melangkah keluar dari zona nyamannya.

Hasilnya? Banyak yang tidak menggali penuh potensi diri, baik dari segi kehidupan sendiri maupun kontribusi kepada orang lain.

Sekali lagi, setiap orang memiliki tujuan uniknya.

Apapun pekerjaan kita sekarang, coba direnungkan :
Apa misi kita?
Bagaimana kita dapat membantu?
Apakah ada kesempatan bagus untuk kita dalam menambahkan nilai ke lingkungan sekitar atau keluarga?
Berapa banyak keluarga dan orang yang dapat kita bantu?
Apakah kita bersedia membantu sepuluh bukannya satu, dua puluh bukannya sepuluh, atau bahkan seratus bukannya dua puluh orang?

Ini yang dimaksud dengan bermain besar.

Sudah waktunya kita untuk melangkah keluar, memulai langkah sesuai dengan mimpi kita.

Pemikiran kecil akan menimbulkan tindakan kecil dan progress kita lebih lambat.
Pemikiran besar / memiliki impian besar akan menggerakkan kita untuk mencapainya dan lebih memiliki makna di hidup ini.

Jadi apakah mimpi kita cukup besar? ๐Ÿ˜Š

Pilihan ada pada kita sendiri!

Think Big menurut Benjamin Carson yaitu terdiri dari 8 kunci sukses yang diurai dari delapan huruf (T-H-I-N-K-B-I-G):

1. Talent (bakat) atau Time (waktu): sadarilah bahwa waktu dan bakat adalah hadiah dari Tuhan. Kembangkan bakat kita, baik itu kemampuan bernyanyi, menari, atau kemampuan lainnya. Kembangkan bakat kita sehingga dapat memilih karir yang sesuai.
2. Hope (harapan): Kita memiliki harapan untuk hal-hal yang baik dan jujur (honest).
3. Insight (wawasan): Bisa berasal dari orang-orang di lingkungan kita maupun buku yang kita baca.
4. Nice : “To be Nice to All People”. Jika kita baik kepada orang lain, maka mereka juga akan baik kepada kita.
5. Knowledge (pengetahuan): ilmu pengetahuan merupakan kunci yang berharga untuk kehidupan kita.
6. Book (buku): sumber untuk mendapatkan pengetahuan, jadi bacalah buku sebanyak-banyaknya.
7. In-Depth Learning : belajar dan memperdalam keterampilan kita.
8. God: Jangan lupa pada sang Mahakuasa.

BERPIKIR KREATIF
Berpikir besar tidak luput dari berpikir kreatif. Berikut ini hal-hal yang dapat kita lakukan agar dapat mempertajam kemampuan berpikir kreatif.

1. Yakinlah, kita mampu melakukannya. Ketika kita yakin sesuatu dapat dilakukan, benak kita akan menemukan jalan keluarnya.

2. Jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran kita.
Buka diri kita terhadap ide-ide baru. Lakukan eksperimen. Coba metode-metode baru. Bersikap maju dalam perbuatan kita.

3. Tanyakan kepada diri kita setiap hari, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?”
Kita memiliki peluang tak terbatas untuk mengembangkan diri. Ketika kita bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih baik?” maka jawaban yang jelas akan muncul. Coba dan buktikan sendiri.

4. Tanyakan kepada diri kita sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?”
Kapasitas adalah pola pikir. 
Dengan bertanya seperti ini, benak kita akan bekerja menemukan jalan pintas yang cerdas. 
Kombinasi kesuksesan dalam bisnis adalah: bekerjalah lebih baik lagi (mengembangkan kualitas hasil kerja kita) dan bekerjalah lebih banyak lagi (meningkatkan kuantitas pekerjaan kita).

5. Berlatihlah bertanya dan mendengar.
Tanyakan dan dengarkan, kita pun memperoleh bahan untuk meraih keputusan yang logis. 
Ingat: orang besar senantiasa mendengar, sedangkan orang kecil senantiasa bicara.

6. Regangkan dan rangsang pikiran kita.
Berkumpullah dengan orang-orang yang mampu menolong kita memikirkan ide dan cara baru melakukan sesuatu. 
Bergaullah dengan orang-orang yang minat social dan profesinya beragam.

KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN MENGENAI DIRI KITA
Dengan mengembangkan pola pikir, tindakan-tindakan kita akan jauh lebih baik. Pada akhirnya, kita pun dapat mencapai kesuksesan. Berikut adalah cara mudah untuk membantu kita dalam membentuk diri dengan berpikir seperti orang penting.

[20:20, 10/5/2018] Admin Edventure: 1. Situasi : Ketika saya merasa khawatir
Tanyakan kepada diri kita : 
• Akankah orang penting mengkhawatirkan masalah ini?
• Akankah orang paling sukses yang saya kenal merasa terganggu dengan hal itu?


2. Situasi : Sebuah Ide
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apa yang akan dilakukan orang penting jika gagasan ini terbesit di benaknya?

3. Situasi : Penampilan saya
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apakah saya terlihat seperti pribadi yang sangat menghargai diri saya?

4. Situasi : Perkataan saya
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apakah saya menggunakan perkataan yang diucapkan orang-orang sukses?

5. Situasi : Sesuatu yang saya baca
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apakah orang penting membaca ini?
[20:20, 10/5/2018] Admin Edventure: 6. Situasi : Percakapan saya
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apakah ini yang didiskusikan orang-orang penting?

7. Situasi : Ketika saya kehilangan kesabaran
Tanyakan kepada diri kita : 
• Akankah orang penting marah kepada sasaran kemarahan saya?

8. Situasi : Lelucon saya
Tanyakan kepada diri kita : 
• Apakah lelucon ini yang diutarakan orang penting?

9. Situasi : Pekerjaan saya
Tanyakan kepada diri kita : 
• Bagaimana orang penting akan mendeskripsikan pekerjaannya kepada orang lain?

Kamis, 04 Oktober 2018

Know Your Market

Perbedaan antara bisnis dan hobby adalah mengetahui bahwa produk kita layak secara komersial. 

Kita perlu mengetahui pasar, pesaing, dan calon pelanggan kita

Penelitian menyeluruh akan membantu kita dalam menemukan celah di pasar. 

Tapi kita tidak boleh merasa kecewa jika ide tersebut telah dicoba sebelumnya - selama kita memiliki nilai jual yang unik dan dapat menambahkan nilai ke pasar, kita tetap dapat lebih maju dibandingkan pesaing kita. 

Terkadang, entrepreneurs sering mengabaikan kebutuhan untuk riset pasar. 

Ketika telah memiliki suatu ide bisnis, banyak yang langsung terjun tanpa melakukan riset terlebih dahulu. 

Misalnya saja, ketika kita ingin liburan, tentunya kita telah melakukan riset tentang destinasi kita, atau mendengarkan pengalaman teman yang telah pernah kesana, atau mendengarkan penjelasan dari travel agent. 

Atau jika kita ingin membeli mobil, tentunya kita tidak akan membeli mobil tersebut tanpa memastikan kita telah mendapatkan penawaran yang bagus, kan?

Sama seperti halnya mengembangkan bisnis. 

Melakukan riset adalah salah satu fondasi yang kuat untuk setiap bisnis yang sukses. 

Bahkan bukan hanya ketika Anda baru mau mulai menjalankan bisnis. Meskipun bisnis kita telah berjalan lama pun, kita tetap butuh melakukan riset agar bisnis kita selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu hal yang paling penting dalam melakukan riset pasar adalah mengetahui target pasar kita.

Sebaik apapun produk atau teknik marketing kita, jika kita salah memilih dan menentukan target pasar kita, maka hasilnya akan sia-sia saja. 

Tentunya akan sulit sekali untuk menargetkan semua orang sebagai pasar kita, apalagi jika usaha kita masih tergolong kecil. 

Bahkan, dengan target pasar yang tepat, usaha kecil dapat bersaing secara efektif dengan perusahaan besar.

Menargetkan pasar tertentu bukan berarti bahwa kita mengecualikan orang yang tidak sesuai dengan kriteria kita. 

Sebaliknya, mengenal target pasar kita memungkinkan kita untuk lebih memfokuskan biaya pemasaran dan pesan merek kita pada pasar tertentu yang akan lebih cenderung untuk membeli dari kita dibandingkan dengan pasar lain. 

Ini adalah cara yang jauh lebih terjangkau, efisien, dan efektif untuk menjangkau client potential dan menghasilkan bisnis

Ada beberapa hal penting terkait dengan target market : 

1. MENJADI SPESIALIS
Salah satu hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki produk atau service kita sehingga kita tidak mencoba menjadi “all things to all people” atau semua hal bagi semua orang. Namun, jadilah spesialis di salah satu bidang dan kuasai pasar disana!

Jika Anda pecinta sushi ๐Ÿฃ๐Ÿฃ๐Ÿฃ, pasti tahu tentang seorang Master atau Oyakata Chef Sushi Jiro Ono, pemilik restoran Sushi Sukiyabashi Jiro di Jepang yang sangat legendaris, dimana untuk menikmati sushi ini, kita harus merogoh kocek sekitar $300 (30.000 yen plus tax). 

WOW ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ banget yaahh… 

Meskipun mahal, tapi ngantri banget lohhh..

Menjadi spesialis pada bisnis restoran sushi yang dilakukan oleh Chef Jiro Ono ini membuat bisnis restorannya menjadi sangat terkenal 

Ia begitu perfeksionis dalam pelayanan dan produk, selalu mengutamakan mutu dalam penyajian dan pelayanan bahkan ia juga mengajarkan para konsumennya teknik memakan sushi yang benar, interesting yah.. ๐Ÿ‘

Tak heran jika produk sushinya dapat dijual dengan harga yang sangat mahal. 

Ketika Anda telah memutuskan pekerjaan Anda, Anda harus membenamkan diri dalam pekerjaan Anda. Anda harus jatuh cinta dengan pekerjaan Anda – Chef Jiro Ono

Dari kisah Chef Jiro Ono ini kita dapat belajar bahwa ketika menjadi spesialis di salah satu industri bisnis, Chef Jiro Ono telah menargetkan pasar nya adalah para pecinta sushi yang tidak segan merogoh kocek nya untuk menikmati sushi di restorannya ๐Ÿ’ธ๐Ÿฃ

Ia memahami kebutuhan para pecinta sushi yang ingin merasakan experience yang berbeda ketika mengunjungi restoran miliknya, memberikan pelayanan dan penyajian sushi yang bermutu, sehingga menciptakan kepuasan bagi para pelanggannya dan harga pun bukan menjadi hambatan bagi para pelanggannya ini.

Spesialisasi bisnis juga secara tidak langsung menuntut kita untuk selalu melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan dalam produk dan layanan kita. 

Dan demikian, hal ini dapat pula berpengaruh terhadap peningkatan bisnis kita secara keseluruhan.


2. PELAJARI DAN TEMUKAN NICHE MARKET
Niche Market adalah adalah pasar yang yang sangat fokus terhadap suatu jenis atau layanan tertentu.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menemukan niche market untuk bisnis kita :


a. Identifikasi ketertarikan dan passion/minat kita 

Sesuai dengan pembahasan yang lalu, sangatlah penting untuk mengetahui passion dan bidang yang kita kuasai dan sukai. 

Menjalankan bisnis tidaklah mudah, dan mungkin pada suatu titik tertentu, ada saja masalah yang menguji kita. Jika kita bekerja di area yang tidak kita sukai, peluang kita untuk berhenti dan menyerah akan jauh lebih meningkat, apalagi jika kita baru pertama kali membangun bisnis. 

Berikut beberapa petunjuk untuk membantu kita dalam menentukan passion kita : 
• Tuliskan minimal 10 hobby dan ketertarikan kita
• Coba renungkan, bagaimana kita suka menghabiskan waktu luang kita? 
• Topik apa yang paling kita sukai?
• Sumber daya apa saja yang kita miliki?
• Klub atau organisasi apa yang kita ikuti?
• Hal apa yang ingin kita pelajari lebih lanjut?


b. Identifikasi problem/masalah yang dapat kita pecahkan dengan produk kita 

Untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan, kita harus terlebih dahulu menemukan masalah yang dialami target market kita, kemudian tentukan apakah kita benar-benar dapat menyelesaikannya. 

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengidentifikasi masalah :
• Lakukan percakapan langsung dengan target market dan tanyakan apa yang menjadi masalah mereka dan apa yang mereka harapkan
• Lakukan research pada forum-forum diskusi atau media social untuk melihat topik apa yang sedang didiskusikan, pertanyaan apa yang sering ditanyakan orang-orang? Masalah apa yang mereka miliki?

Kemudian coba pikirkan :
• Apakah ada orang yang akan tertarik membeli produk atau jasa yang ingin kita tawarkan?
• Apakah orang-orang bersedia untuk mengeluarkan uang untuk produk atau jasa kita?
• Apakah produk atau jasa kita bisa membantu customer kita?
• Apakah kita sudah memahami apa yang mendasari target market kita dalam mengambil keputusan pembelian?
• Dll.

c. Kenali Customer Kita 

Jika kita sudah memiliki bisnis, coba kita teliti, siapakah customer-customer kita dan mengapa mereka membeli dari kita? 

Kita juga bisa mencari kesamaan karakter, kesukaan, atau preferensi dari customer kita, misalnya produk apa yang paling laku di jual? 

Dengan mengetahui karakteristik customer kita, maka kita bisa menargetkan pasar yang memiliki karakter dan kesukaan yang sama dengan customer existing kita sekarang ini. 
Selain itu, kita juga bisa mengembangkan pelayanan dan kualitas produk sesuai dengan keinginan customer, sehingga mereka akan menjadi pelanggan tetap kita dan melakukan repeat order.

d. Melakukan research terhadap competitor 

Mempelajari tentang competitor kita juga merupakan suatu langkah yang penting dalam membantu kita untuk lebih mengenal target market kita. Kita bisa tahu siapa saja target market competitor kita, siapa customer mereka saat ini, sehingga kita bisa menemukan niche market kita. 

Kita perlu menemukan apakah masih ada peluang untuk menonjol diantara para pesaing?
Apakah ada target market yang belum mereka jangkau? 
Adakah cara kita membedakan diri kita dan memberikan penawaran yang unik?

Ada beberapa tanda kita dapat masuk ke niche market dan menjadi berhasil, meskipun sudah ada competitor disana, misalnya kualitas yang rendah, kurangnya transparansi, kurangnya iklan berbayar, dan sebagainya. 

Akan mudah bagi kita untuk bersaing dan unggul jika competitor kita tidak memiliki kualitas produk atau layanan yang baik, produk yang berkualitas rendah, pembuatan website yang tidak memuat konten yang detail dan berkualitas tinggi, tidak beriklan, dll.

e. Melakukan analisa produk atau servis yang kita jual 

Kita perlu membuat daftar feature dan spesifikasi dari masing-masing produk atau jasa yang kita tawarkan. 

Buat juga secara detail apa saja keuntungan yang didapat oleh customer kita. 

Dengan demikian, kita bisa mengetahui apakah produk atau jasa kita dapat memenuhi kebutuhan konsumen kita dan bertahan di pasaran dan terus melakukan perbaikan-perbaikan.

f. Test market dan evaluasi 

Setelah melakukan hal-hal diatas dan melengkapi semua informasi yang kita butuhkan, hal penting yang harus kita lakukan adalah masuk ke pasar dan melakukan evaluasi. 

Kemudian kita perlu menganalisis apakah penjualan yang kita lakukan telah berhasil? 

Kita juga bisa melakukan survey dan meminta feedback dari para pelanggan kita. 

Kita juga harus selalu melakukan evaluasi secara berkala untuk semakin meningkatkan kualitas dan layanan produk atau jasa yang kita tawarkan.


3. MENDEFINISIKAN SEGMENT MARKET

Segmentasi pasar yaitu membagi-bagi pasar kedalam berbagai kelompok pembeli yang berbeda-beda yang mungkin membutuhkan produk atau pemasaran yang berbeda

Melalui segmentasi, kita dapat mengidentifikasi niche market dengan kebutuhan khusus, menemukan pelanggan baru, dan melakukan pemasaran yang lebih terfokus dan efektif.

Beberapa contoh segmentasi :

a. Demografis

Pengelompokan demografis didasarkan pada statistik yang terukur, misalnya :
1. Jenis kelamin
2. Usia 
3. Tingkat penghasilan
4. Status perkawinan
5. Pendidikan
6. Latar belakang etnis, budaya, agama
7. Dll

Contoh : Bisnis fashion hijab menargetkan wanita muslim sebagai consumernya

b. Geografis

Segmentasi geografis melibatkan segmentasi pasar berdasarkan lokasi, misalnya 
1. Wilayah
2. Negara (jika bisnis kita bersifat internasional)
3. Provinsi / Negara bagian
4. Kota
5. Iklim
6. Lingkungan
7. Dll

Segmentasi geografis bergantung pada gagasan bahwa kelompok konsumen di wilayah geografis tertentu mungkin memiliki kebutuhan produk atau layanan tertentu. 

Contoh : Bisnis pakaian dingin menargetkan penduduk yang tinggal di negara bersalju.

c. Psikografis 

Sementara demografi menjelaskan 'siapa' pembeli kita, psikografis memberi tahu kita 'mengapa' pelanggan kita membeli. Segmentasi psikografis membagi target market berdasarkan :

1. Value/nilai yang di anut
2. Karakter pribadi
3. Kelas sosial-ekonomi
4. Kepribadian (personality)
5. Sikap (attitudes)
6. Ketertarikan (interest)/hobby
7. Preferensi gaya hidup (lifestyle)
8. Dll

Sebagai contoh : 
Value / Nilai yang di anut = customer yang memiliki kepedulian akan lingkungan yang tinggi akan lebih memilih membeli produk dengan bahan yang ramah lingkungan
Lifestyle : Bisnis supplement fitness untuk orang-orang yang memiliki hobby berolahraga


4. MELAKUKAN TARGETING

Targeting merupakan tindakan memilih salah satu atau lebih segmen pasar untuk dimasuki, dan menjadikan kelompok tersebut sebagai customer kita.

Setelah kita tahu tentang segment pasar yang dapat kita masuki, kemudian kita bisa mulai menentukan target market yang tepat untuk produk atau jasa yang kita tawarkan.


5. MENENTUKAN POSITIONING

Pengertian positioning menurut Solomon, dan Elnora (2003, p235), adalah mengembangkan strategi pemasaran yang bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar tertentu memandang sebuah barang atau jasa dibandingkan dengan competitor

CASE STUDY : MCDONALD’S ๐ŸŸ๐Ÿ”
Restoran McDonald’s didirikan pada tahun 1940 oleh dua bersaudara Richard dan Maurice (Dick dan Mac) yang kemudian dibeli oleh Ray Kroc, saat ini Restoran McDonald’s adalah salah satu jaringan makanan cepat saji terbesar di dunia dan merupakan salah satu contoh paling sukses dalam menerapkan target marketing.

Restoran McDonald’s memfokuskan pada makanan cepat saji yang bisa diterima oleh semua kalangan konsumen, baik anak-anak, remaja, dan dewasa dengan memberikan berbagai keunikan dan kemudahan, menawarkan berbagai produk dan fasilitas, misalnya tempat bermain, wifi, happy meals, drive thru, layanan delivery, acara ulang tahun, buka 24 jam, dan lain sebagainya yang menunjang kebutuhan masyarakat yang dinamis.

Produk mereka pun sangat bervariasi, dan dipadukan dengan rasa lokal yang cukup popular di masing-masing negara bersangkutan dan selalu menciptakan menu baru yang digemari oleh konsumen dari berbagai negara sehingga tercipta loyalitas dari konsumennya.

SEGMENTASI
Geografis :
Restoran McDonald’s terletak hampir di seluruh dunia. Restoran ini menawarkan makanan siap saji untuk semua kalangan dengan memadukan hidangan lokal favorite tempat McDonald’s berada.

Demografis :
Restoran McDonald’s menjangkau semua kalangan, baik dari yang berpendapatan rendah, menengah, serta menengah ke atas, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa

Psikografis :
Restoran McDonald’s menawarkan berbagai fasilitas dan menu makanan yang menarik, variatif dan berkualitas. Contohnya, menyediakan drive thru, menyediakan fasilitas merayakan ulang tahun untuk anak-anak, membuka layanan selama 24 jam agar konsumen dapat mengunjungi setiap saat, delivery yang cepat, dan ini mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinamis.

TARGET MARKET
Target pasar dari Restoran McDonald’s adalah anak-anak, remaja, orang dewasa, baik pria dan wanita, dari berbagai profesi dan kalangan yang mempunyai kebutuhan akan makanan cepat saji dengan berbagai fasilitas menarik dan kualitas produk yang baik

POSITIONING
Restoran McDonald’s diarahkan sebagai restoran cepat saji yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan usia. Bahkan saat ini McDonald’s dijadikan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga, teman, ataupun kolega.

Evolve Our Money Mindset

Uang adalah akar kejahatan!

Banyak orang kaya yang hidupnya tidak bahagia!

Tidak perlu punya uang banyak, yang cukup – cukup saja. Yang penting tidak hidup dalam hutang.

Seringkah kita dengar kalimat ini? Apakah Anda setuju akan pernyataan itu?

Coba bayangkan sebuah pisau ๐Ÿ”ช

Jika digunakan untuk memotong sayur, maka pisau menjadi alat yang sangat berguna. Kebalikannya, jika pisau tersebut digunakan untuk melukai orang, maka pisau tersebut menjadi alat yang jahat. 

Sama seperti uang ๐Ÿ’ต, pisau dan uang sama-sama hanyalah sebuah alat. Alat tersebut menjadi berguna atau menjadi jahat tentu tergantung dari orang yang menggunakannya. 

Sampai sini, apakah kita semua sudah memiliki mindset yang sama? 

Permasalahan yang sesungguhnya yang terjadi adalah bagaimana keyakinan kita terhadap diri kita sendiri

90% dari permasalahan akan uang yang terjadi adalah karena permasalahan pikiran kita. 

Ada 2 hal mendasar yang membuat seseorang menjadi miskin :

1. Hal pertama, ia tidak benar-benar ingin menjadi kaya

Banyak yang secara alam bawah sadar tidak ingin menjadi kaya. Mereka memiliki dompet psikologis yang kecil. 

Membingungkan yah? Siapa sih yang tidak mau menjadi kaya? 
Tapi itulah kenyataannya. 

Dari luar kelihatannya pengen sekali menjadi kaya, namun secara alam bawah sadar, mereka bingung akan keinginan mereka yang sesungguhnya.

Hal ini dikarenakan banyak yang tidak yakin akan kemampuan diri sendiri, ditambah pemikiran negative mereka akan uang yang tidak benar : 
➡ “Orang kaya itu jahat”
➡ “Banyak orang kaya yang memiliki banyak penyakit”
➡ “Kita tidak akan pernah tahu apakah jika kita menjadi kaya, orang lain berteman pada kita dengan tulus atau untuk uang kita.”
➡ “Orang kaya akan berada di daftar pajak tertinggi dan harus memberikan uang kita kepada pemerintah.”
➡ “Orang kaya akan terlalu banyak pekerjaan.”
➡ “Orang kaya selalu jadi sasaran rampok.”
➡ “Orang kaya bisa stress, hidupnya tidak bahagia.”
➡ “Orang kaya terlalu banyak tanggung jawab. Orang kaya harus mengelola semua uang yang ada. Orang kaya harus benar-benar memahami investasi. Orang kaya harus khawatir tentang pajak, perlindungan aset, dan harus menyewa akuntan dan pengacara yang mahal.”
➡ Bisnis itu banyak curangnya
➡ Uang menyebabkan pertengkaran keluarga, dll.

Hal ini dapat menyebabkan mereka mereka terjebak pada rantai kemiskinan. 

2. Hal kedua, mereka tidak memiliki financial literacy / kemampuan dalam mengelola uang

Mereka tidak tahu bagaimana caranya uang bekerja. Dan mereka tidak tahu bagaimana mengembangkan uang yang mereka peroleh. 

Memang, di sekolah tidak pernah mengajarkan bagaimana cara uang bekerja, dan merekapun tidak pernah mencari tahu dan meningkatkan financial literacy nya. 

Hal ini dapat berakibat fatal, mereka dapat kehilangan kesempatan dalam meningkatkan kekayaan dan bahkan parahnya, uang yang telah didapatkan mungkin bisa hilang jika tidak mengaturnya dengan baik

Jika kita tidak mengubah gambaran diri kita dalam benak kita, hampir tidak mungkin kita bisa menjadi kaya. 

Bahkan meskipun kita punya semua kemampuan, koneksi, mendapatkan uang yang sangat besar jumlahnya, jika keyakinan terhadap diri kita sendiri masih salah dan dompet psikologis kita masih kecil, We’ll lose it all again. 

Karena bagaimana kita bisa sukses dan bisa kaya raya jika mindset negatif seperti ini masih tertancap di pikiran kita?

Jadi apa yang bisa kita lakukan?


1. PERBESAR DOMPET PSIKOLOGIS KITA

Anak : “Ma, mau beli mainan ini dong”
Mama : “Tidak boleh, kita tidak punya uang”
Anak : “Tapi Ma, mainannya bagus banget”
Mama : “Tadi mama kan uda bilang, kita ngga punya uang. Kita ini miskin. Mau makan aja susah, mana punya uang untuk beli mainan?”

Dan hasilnya : Anak kecil tersebut secara alam bawah sadar merekam bahwa dirinya miskin, dan ketika ia tumbuh dewasa, itulah yang ada di pikirannya.

Mungkin ada dari kita yang selagi kecil secara tidak sengaja “dilatih” memiliki dompet psikologis yang kecil. 

Dalam diri kita mungkin telah terprogram suatu tingkat pendapatan atau kekayaan dengan jumlah tertentu, yang mungkin jumlahnya kecil atau biasa-biasa saja. 

Karena jumlah ini adalah dompet psikologis kita (atau comfort zone kita), kita tidak dapat membayangkan diri kita menjadi seorang milyuner. ๐Ÿคจ

Tapi kabar baiknya, kita dapat mengubah hal itu. Kita dapat memperbesar dompet psikologis kita! ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

Bagaimana caranya? Mulailah berimajinasi!

Mulai dari imajinasikan diri kita mendapatkan uang 2x lipat dari sekarang. Get comfortable with that.

Imajinasikan bahwa kita tidak menghabiskan uang kita, tapi kita tabung dan investasikan dan imajinasikan uang kita berkembang. 
Imajinasikan kita punya bisnis yang sukses dan berkembang.
Imajinasikan diri kita sebagai seorang investor

Dan lakukan imajinasi ini SETIAP HARI, it's powerful!


2. MILIKI MENTAL KELAS KAYA

Mungkin di antara kita, ada yang mendefinisikan kekayaan bukanlah uang, tapi adalah relasi dengan Tuhan, keluarga, atau teman-teman kita.

Tapi tentunya memiliki uang juga suatu hal yang penting, betul?
Mau romantic dating dengan pasangan Anda ๐Ÿ’‘, tentu Anda butuh uang kan yah? ๐Ÿ˜

Nah, oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mendefinisi kekayaan finansial yang Anda inginkan. 

Tentukan dari sekarang hidup seperti apa yang ingin Anda ingin jalani!
Dan ini penting dilakukan karena pilihan di tangan Anda.

Mari kita kenali lebih dulu kategori kelas mental :

1) MENTAL KELAS MISKIN
Apakah tujuan besar orang bermental miskin? Untuk bisa bayar tagihan tepat waktu saja adalah anugerah!” 

Sekali lagi, kita ingat tentang kekuatan niat. 

Ketika niat kita memiliki cukup uang untuk membayar tagihan, itulah tepatnya jumlah yang akan kita terima, yaitu cukup untuk membayar tagihan dan tidak sepeser pun lebih banyak.

2)  MENTAL KELAS MENENGAH
Orang kelas menengah juga tidak terlalu berbeda. 
Tujuan besar mereka dalam hidup mereka hanyalah ingin "nyaman." 

Orang bermental kelas menengah masih dapat membayar semua tagihan dan memiliki tabungan untuk masa depan. 
Sayangnya, ada perbedaan besar antara merasa nyaman dan menjadi kaya. Dan menariknya, di kategori inilah banyak sekali orang terperangkap.

3) MENTAL KELAS KAYA
Tujuan dari orang-orang yang benar-benar kaya adalah memiliki kekayaan besar dan kelimpahan. Bukan hanya sedikit uang, tetapi BANYAK uang. 

Mereka bisa hidup lebih daru cukup dan bisa menggunakan kekayaan mereka sebagai sumber berkat bagi orang lain. 


Jangan takut menjadi kaya karena dengan kekayaan memiliki banyak peluang yang tidak bisa dilakukan ketika seseorang berada dalam kondisi miskin. 

Kekayaan bukan hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi seperti jalan-jalan keliling dunia, rumah mewah, dan lain sebagainya, tetapi terdapat banyak kebaikan yang bisa dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.

Oprah Winfrey menggunakan kekayaannya untuk mendirikan berbagai yayasan yang bertujuan menolong  orang lain. Ia mendirikan rumah sakit, lembaga riset penderita AIDS, berbagai sekolah, klinik bagi penderita ketergantungan obat, dan klinik orang cacat.

Pada tahun 2007, Oprah menghadiri peresmian sekolah bagi anak perempuan di Hanley-on-Klip, salah satu daerah di luar kota Johanesburg, Afrika Selatan. Ia menyisihkan sekitar 340 milliar rupiah kekayaannya dan mengajak pemirsa acara talk-show nya membangun sekolah tersebut.

Kalimat yang diucapkannya kala itu, “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak perempuan, kita akan mengubah bangsa ini.” 

Kenyataannya, ketika orang biasa sibuk mengatakan bahwa kekayaan selalu mengundang keburukan, orang kaya telah menyebar kebaikan dimana-mana. 

Hidup seperti apakah yang ingin kita jalani?

Hanya biasa-biasa saja atau hidup yang luar biasa sehingga dapat menjadi sumber berkat bagi orang lain? ๐Ÿ˜Š

3. HIDUPLAH UNTUK MENANG
Menjalani kehidupan bisa difilosofikan seperti bermain game, ada yang berjuang untuk menang, ada pula yang berjuang untuk sekedar tidak kalah. 

Semua orang bermain dalam permainan kehidupan namun bagaimana mindset dalam permainan tersebut sangat mempengaruhi hasilnya.

Menurut Anda, siapa yang akan lebih sukses: Orang yang berjuang untuk MENANG atau orang yang berjuang untuk TIDAK KALAH?

Sebagian besar orang akan menjawab: orang yang berjuang untuk menang.

Tapi kenyataannya masih banyak orang yang pada praktiknya hanya menjalani hidup untuk sekedar TIDAK KALAH. ๐Ÿค”

Orang-orang ini adalah orang berpikir yang penting bisa makan setiap hari, yang penting bisa bayar tagihan dan cicilan tepat waktu, yang penting aman-aman saja. Dan ya, itulah yang persis ia dapatkan. You get what you ask!

Ada perbedaan BESAR antara hidup untuk MENANG dan hidup untuk sekedar TIDAK KALAH. 

Orang yang hidup untuk menang akan berjuang mengeluarkan potensi diri untuk meraih pencapaian terbaik dalam dirinya. Orang-orang ini akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan kehidupan idamannya. 

Sedangkan orang-orang yang menjalani hidup untuk sekedar TIDAK KALAH, mereka hanya fokus pada rasa aman. Mereka tidak berani mengeluarkan potensi terbesar dalam dirinya karena kuatir hal tersebut akan membawanya keluar dari zona aman dan nyaman.

Mau jadi yang manakah kita? Hidup untuk MENANG atau hidup untuk sekedar TIDAK KALAH?

4. TUNDA KESENANGAN SEMU
Rahasia psikologi investasi yang pertama ala Warren Buffet adalah hidup sangat sederhana dan jangan menghamburkan uang. Tabunglah sebanyak mungkin pendapatan Anda untuk kemudian diinvestasikan sehingga uang Anda bisa berkembang. 

Sungguh luar biasa, meski Buffet dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia, namun ia masih tinggal di rumahnya  yang sederhana.

Buffet berprinsip, sebagian besar penghasilannya, ia belikan saham agar asetnya terus bertumbuh. Buffet membelanjakan uangnya untuk membeli aset, sehingga kekayaannya bertambah. Selain itu, Buffet juga sangat menghindari pembelanjaan dan liabilitas (utang).

Bagaimana dengan kita? Para ahli ekonomi mengungkapkan menjamurnya mall, gadget, atau fashion, membuat kita kerap tergoda bersikap konsumtif. Sebenarnya tidak masalah jika kita mau menikmati hasil jerih payah Anda untuk bersenang-senang. Namun, sebaiknya tunda kesenangan yang mahal.

Pepatah mengatakan “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Tunda kesenangan dan terus membangun aset.

5. FOKUS PADA NET WORTH
Orang kaya fokus pada net worth, sedangkan orang miskin fokus pada income.

Net worth adalah keseluruhan jumlah aset yang sudah dikurangi dengan seluruh jumlah hutang. Sedangkan income adalah pendapatan.

Orang-orang terkaya di dunia dinilai dari asset bukan dari income bulanannya. Tapi ingat, ada satu asset yang tidak diperhitungkan secara finansial tapi sebetulnya asset inilah yang nilainya paling berharga, yaitu diri kita sendiri.

6. TINGKATKAN KETERAMPILAN KITA
Cara pertama untuk meningkatkan net worth (kekayaan) kita adalah mulai dengan investasi pada diri sendiri.

Bagaimana caranya? Baca buku, dengarkan audio book, berkumpul dengan komunitas yang bertujuan sama, ikut workshop, cari mentor, dan lain sebagainya. 

Mindset, ilmu, dan pengalaman yang kita dapatkan melalui berbagai cara itulah yang menjadi modal untuk membangun asset selanjutnya. 

Setuju?


You Become What You Think and Believe

Kita semua pasti kenal dengan Walt Disney ya… Seorang sosok yang inspiratif yang selalu mengingatkan kita

“If you can dream it, you can do it”.

Disneyland tercipta karena mimpi besar Walt Disney. Adapun gagasan untuk menciptakan Disneyland muncul, ketika Walt berjalan-jalan di taman bersama dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana.

Saat itu, Walt membayangkan sebuah taman wisata yang sangat luas sebagai tempat anak-anak bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sukai. Ketika Walt akhirnya memutuskan untuk menggarap proyek tersebut, tak ada seorang pun atau suatu apa pun yang dapat mengubah keinginan dan keputusannya.

Pada tahun 1950-an, impian besar Walt yaitu Disneyland mulai berkembang. Pada waktu itu, semua temannya, terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Sekali lagi, Walt menunjukkan bahwa impian dan keyakinannya tersebut dapat menjadi kenyataan. Disneyland pun akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada tahun 1955. Hari itu merupakan hari bersejarah bagi Walt.

Bagaimana jadinya jika saat itu Walt Disney mendengarkan teman-temannya?

Pastinya Disneyland tidak ada saat ini yaaa..

Satu hal penting yang dapat kita pelajari dari kisah sukses mereka adalah :
Believe, you can create your own life! Percayalah, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan

Namun, ketika kita diberikan pertanyaan ini :

Menjadi apakah kita?
Apa saja yang akan kita punya?
Relasi apa yang kita inginkan?
Ingin menjadi ahli apa?
Ingin punya identitas apa?
Ingin diingat sebagai apa?

Apakah kita telah mendapatkan jawabannya?

Kita sering terkagum-kagum melihat seseorang yang begitu sukses.
Mereka memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mungkin kita bertanya-tanya…

Mengapa mereka begitu mudah mencapai kesuksesan mereka?
Mengapa mereka bisa sukses dalam waktu yang cepat?
Apakah memang Tuhan sudah menghendaki seperti itu?
Atau ada hal lain yang membuat mereka bisa menjadi orang sukses seperti yang sekarang ini?

Inilah kuncinya : ๐Ÿ—

Orang sukses percaya “ Saya yang menciptakan kehidupan saya.”
Orang gagal percaya “Kehidupan terjadi begitu saja pada saya.” – T. Harv Eker

Kita harus percaya bahwa kita sendirilah yang menciptakan kesuksesan, dan kita adalah satu-satunya juga yang menciptakan keadaan yang biasa-biasa saja. Sadar atau tidak sadar, itu semua adalah ciptaan kita sendiri.

Banyak orang terjebak dalam 3 hal ini :

1. SUKA MENYALAHKAN 

Banyak orang gagal karena sering menyalahkan dan mencari alasan. Mereka menyalahkan perekonomian, menyalahkan pemerintah, menyalahkan karyawan, menyalahkan partner, menyalahkan pasangan, menyalahkan kedua orangtuanya, bahkan menyalahkan Tuhan. Selalu ada seseorang atau siapapun untuk disalahkan kecuali mereka sendiri.

2. MENCARI PEMBENARAN 

Jika mereka tidak menyalahkan,  pasti sering menemukan mereka yang selalu membenarkan segala situasi. Sudah menjadi sifat manusia untuk mencari pembenaran diri atas keputusan yang diambil maupun atas prinsip yang menjadi pegangan hidupnya. Hal ini bukan sesuatu yang aneh, dan sangat wajar adanya.

Misalnya jika kita mengatakan “Uang tidak terlalu penting.”

Jika kita mengatakan bahwa suami atau istri kita, atau pasangan kita atau teman kita tidak begitu penting, apakah ada di antara mereka yang mau berlama-lama di sekitar kita?

Begitu juga dengan uang! Secara tidak sadar, ketika kita membenarkan dalam pikiran kita bahwa uang itu tidak penting, uang pun tidak akan berada dengan kita.


3. SUKA MENGELUH 

Mengeluh adalah hal terburuk untuk kesehatan dan kekayaan kita. Bahkan terburuk. Kenapa?

Karena apa yang kita fokuskan akan memperluas. Jadi jika kita berfokus pada yang salah, maka kita akan terus mendapatkan lebih banyak dari apa yang salah.

Bagaikan komputer, jika terkena virus, kinerjanya akan melambat bahkan sampai menyebabkan error.

Begitu juga dengan pikiran kita, jika pagi-pagi kita sudah mengeluh, maka seharian kita akan terus mengeluh. Karena pikiran negatif akan mempengaruhi mood kita sepanjang hari. Sehingga kinerja kita tidak berjalan secara optimal.

Namun jika kita selalu berpikir positif, maka kita telah mentransmisikan kekuatan untuk membawa hal-hal positif dalam hidup kita.

Lalu apa yang harus kita lakukan agar dapat membantu kita menciptakan kehidupan kita sendiri?

Jawabannya adalah :

1. MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB 100% ATAS HIDUP KITA SENDIRI 
Mengambil tanggung jawab 100% atas hidup kita sendiri artinya kita mengakui bahwa kita sendirilah yang menciptakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita sendiri.

Jika ingin benar-benar sukses dan hidup sesuai dengan keinginan kita, maka kita harus stop menyalahkan dan mengeluh, jangan banyak alasan, dan mengambil tanggung jawab sepenuhnya atas hidup kita.

Hanya dengan begitulah maka kita dapat mengambil alih dalam menciptakan hidup yang kita inginkan tanpa terpengaruh dari pihak luar.

Seandainya kita mendapatkan uang Rp 100 juta secara cuma-cuma, apa yang akan kita lakukan?

Coba lihat perbandingan kedua contoh ini :

Event (E) + Response (R) = Outcome (O)

Contoh :
Event : Mr. A mendapatkan uang 100 juta
Response (1) : Mr. A menghabiskannya untuk berhura-hura
Outcome (1)    : Uang Mr. A habis

Event : Mr. A mendapatkan uang 100 juta
Response (2) : Mr. A menginvestasikannya
Outcome (2)    : Mr. A mendapatkan keuntungan dari investasinya

Ternyata, event / kejadian yang sama, apabila di respon dengan berbeda, akan menghasilkan outcome / hasil yang berbeda pula...

Dari contoh tersebut, dapat kita simpulkan bahwa :

Kita sendirilah yang menciptakan hidup seperti yang kita inginkan. Hidup yang saat ini kita jalani adalah hasil dari pikiran dan tindakan kita di masa lalu – Jack Canfield

2. MENGETAHUI TUJUAN HIDUP KITA 
Kita semua tentu percaya setiap orang diciptakan dengan tujuan hidup dan juga core gift (bakat) masing-masing.

Mengerjakan sesuatu sesuai dengan tujuan hidup kita artinya kita mengerjakan sesuatu yang kita kuasai dan sukai, dan mencapai apa yang penting bagi kita.

Ketika kita melakukan tujuan hidup kita, segala sumber daya, orang, kesempatan dan segala hal yang kita butuhkan akan secara alami dapat mengelilingi kita.

Adalah sangat penting bahwa kita menemukan tujuan hidup kita. Tujuan hidup bagaikan kompas yang memandu kita. Tanpa tujuan, kita akan bergerak tanpa arah.

Pikiran adalah sesuatu yang konkret dan merupakan sesuatu yang kuat kalau dipadukan dengan tekad yang bulat, ketekunan dan keinginan yang menyala-nyala.

Setelah kita tahu tujuan hidup kita, kita dapat mengatur segala aktivitas kita sesuai dengan tujuan hidup kita tersebut. Setiap hal yang kita lakukan haruslah merupakan pernyataan/ekspresi dari tujuan hidup kita. Kita pun tentunya tidak akan melakukan sesuatu yang tidak cocok dengan kita.

Bayangkan jika seorang Michael Jordan disuruh menari balet? 
Apakah ia akan berhasil?

Belum tentu kan? Karena bakat Michael Jordan adalah dalam bermain basket  bukan balet

3. MILIKI KEYAKINAN YANG POSITIF 
Faktor lain yang bisa menjelaskan hidup kita dapat sesuai dengan yang kita inginkan adalah memiliki keyakinan yang tepat.

Keyakinan datang dari pengalaman kita, dari apa yang kita baca, apa yang kita dengar, dan apa yang kita rasakan

Baik secara sadar maupun secara tidak sadar, keyakinan itu lalu melandasi cara kita berpikir, berbicara dan bertindak di masa sekarang serta di masa depan. Dan sering kali apa yang kita yakini menjadi kenyataan bagi kita.

Apa yang terjadi dalam hidup kita merupakan refleksi dari pikiran kita.

Pikirkan hal-hal positif yang akan terjadi pada diri kita.

Visualisasikan diri kita memiliki hal yang paling kita inginkan saat ini dan yakinkan diri kita bahwa kita akan mencapainya. Saat Kita membayangkan mendapatkan hal yang terbaik, maka kita sudah berhasil meraihnya.

Yang perlu dilakukan tinggal mewujudkannya dengan usaha dan kerja keras.

Sebab apa yang dipikirkan dan diimpikan tanpa usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya kita tidak akan meraih kesuksesan itu!

Karena pada dasarnya, otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan.

Keyakinan itu bisa diibaratkan seperti magnet.
Bila keyakinan positif bercampur baur dengan keyakinan negatif terhadap suatu hal, tidak ada lagi “kutub positif” dan “kutub negatif” terhadap sesuatu hal, lalu pikiran kita jadi bingung atau jadi netral seperti besi biasa.

Ketika kita yakin bulat bahwa kamu pasti bisa itu positif, sementara gagal adalah negatif, kutubnya menjadi jelas dan kita akan menjadi magnet.

Coba teliti keyakinan yang tidak mendukung dan ubahlah menjadi keyakinan yang mendukung pencapaian tujuan kita.
Contoh :
KEYAKINAN YANG NEGATIF : Saya tidak mungkin bisa kaya.
KEYAKINAN YANG POSITIF : Itu dulu, sekarang saya yakin saya pasti bisa kaya.

KEYAKINAN YANG NEGATIF : Butuh modal besar untuk bisnis
KEYAKINAN YANG POSITIF : Untuk punya bisnis hanya dibutuhkan ide dan kemampuan untuk meyakinkah orang lain.

KEYAKINAN YANG NEGATIF : Saya tidak mampu membelinya, itu terlalu mahal.
KEYAKINAN YANG POSITIF : Kalau orang lain saja bisa, maka saya juga pasti bisa membelinya.

Mau jadi seperti apa kita, ditentukan oleh apa yang kita pikirkan.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan..

Jika Anda pikir "SAYA BISA", maka "SAYA PASTI BISA!"

4. BERKUMPUL DENGAN MENTOR & KOMUNITAS POSITIF 

Bila dalam hidup ini kita harus mencoba sendiri segala hal, kita akan menghabiskan waktu dan energi yang jauh lebih banyak dibanding bila kita bisa belajar dari orang yang sudah sukses di bidang yang kita inginkan.
Dan rata-rata orang bertanya kepada 95% orang yang rata-rata, maka hasilnya juga akan rata-rata.

Kalau kita ingin sukses, kita harus bertanya kepada orang yang di atas rata-rata dan mendengarkan nasihat mereka.

Itulah pentingnya sebuah mentor!

Belajarlah dari orang-orang yang terbaik. Jika kita belum menemukan mentor yang tepat, carilah komunitas positif yang dapat mendukung kita untuk menjadi lebih baik lagi.

Apapun yang terjadi nanti, ingat dan tanamkanlah selalu hal ini di dalam pikiran

MY LIFE. Inilah kehidupan saya
MY CHOICES. Inilah pilihan saya
MY MISTAKES. Inilah kesalahan saya
MY LESSONS. Inilah pembelajaran saya
MY SUCCESS. Dan inilah kesuksesan saya

5. TAKE ACTION AND STAY FOCUS

[ACTION TO DO] 

1. Ubah keyakinan kita menjadi positif dan hindari 3 hal yang menghambat : suka menyalahkan, mencari pembenaran dan suka mengeluh.
2. Temukan dan kerjakan hal yang kita cintai
3. Tulis dan tetapkan tujuan kita secara positif, spesifik dan mantap
4. Buat rencana yang masuk akal dan belajar dari yang terbaik
5. Ambil tindakan dan pantang menyerah
6. Lakukan evaluasi diri

Pada akhir setiap hari, tuliskan 1 hal yang berjalan dengan baik dan satu hal yang tidak.
Latihan ini akan membuat kita bertanggung jawab untuk hidup kita dan membuat kita sadar akan strategi yang berhasil dan yang tidak 

Jadi siapkah kita untuk menciptakan kehidupan seperti yang kita inginkan?