Senin, 08 Oktober 2018

Grow Ourselves and Be Bigger Than Our Problems

Banyak yang salah kaprah, menjadi seorang entrepreneurs itu enak dan gampang! Eits.. tunggu dulu… 

Untuk yang sudah terjun ke dunia entrepreneurship, pasti pernah mengalami hal ini. 

Hidup menjadi seorang entrepreneurs bagaikan mengendarai roller coaster 🎢🎢🎢

Naik turun, penuh lika liku, belokan, jungkir balik… Tak jarang penuh dengan perangkap dan jebakan, rintangan dan hambatan, serta masalah-masalah yang harus di hadapi...

Tapi apakah dengan begitu jadi mengurungkan niat kita menjadi seorang entrepreneur?

Tentu tidak ya… Karena kita sudah punya mindset tentang menjadi entrepreneur yang benar. 
Dengan menjadi entrepreneur, tentu banyak pula hal baik yang bisa kita lakukan.. Kita bisa membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak, bisa menjadi saluran berkat pula melalui pekerjaan kita, dan masih banyak hal positive lainnya..

Tuhan menganugerahkan manusia kehendak bebas. 

Manusia memiliki keinginannya sendiri, dan dalam upaya memenuhi keinginannya tersebut, saat itu mungkin ia akan menjumpai masalah dan juga tantangan-tantangan.

Ketika dihadapi dengan suatu masalah, terkadang secara tidak langsung kita berpikiran hal itu menjadi sulit untuk dilakukan. Jalan yang harus kita tempuh mungkin akan terasa sulit. 

Hal ini membuat tidak banyak orang berani untuk mengambil jalan ini..

Perjalanan sebagai seorang entrepreneurs tidaklah selalu mulus, namun dari situlah kita belajar. 

Terkadang masalah yang dihadapi dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pengalaman. 

Bagaimana caranya keluar dari masalah tersebut sangat ditentukan oleh bagaimana respons dan perspective kita terhadap masalah itu.

Kami percaya ada perbedaan besar antara seorang yang kaya dengan seorang yang miskin. 

Orang kaya LEBIH BESAR dari masalah mereka, sedangkan orang miskin dan orang yang tidak sukses LEBIH KECIL dari masalah mereka. 

Kebanyakan orang miskin dan orang yang tidak sukses hanya akan focus pada masalah yang mereka hadapi, menghabiskan waktu mereka dengan mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja, seakan-akan masalah yang merekalah orang yang paling menderita di dunia ini. 

Mereka juga suka menyalahkan keadaan atau orang lain atas masalah yang mereka hadapi 🤯😡🤕

Sedangkan, orang kaya focus pada GOAL mereka. 

Orang kaya dan sukses focus pada SOLUSI. 

Mereka menghabiskan waktu mereka BUKAN MENGELUH, tetapi berusaha untuk membuat strategi dan rencana untuk menjawab tantangan-tantangan yang muncul dan menciptakan system untuk mencegah masalah tersebut muncul kembali.

HOW TO BE BIGGER THAN OUR PROBLEMS?

Bayangkan, dari level 1 sampai 10, dimana 1 adalah paling rendah dan 10 adalah paling tinggi.

Seandainya sekarang kita berada pada level 2, dan kita harus menghadapi masalah di level 5, apakah masalah tersebut akan kelihatan besar bagi kita?

Ya, tentu akan terasa besar karena kita berada pada level dibawah masalah kita. 

Namun jika kita berada pada level 10, dan menghadapi masalah di level 5, apakah masalah tersebut akan menjadi besar bagi kita?

Tentu tidak ya.. Karena KITA LEBIH BESAR dari masalah kita.

Seandainya kita memiliki suatu gelas yang kecil, kemudian diisi oleh air yang banyak. Apakah akan tumpah?

Yap, pasti tumpah.. 

Begitulah gambaran akan keadaan kita. Jika kita hanya memiliki “gelas” yang kecil untuk menampung kekayaan, uang yang kita dapatkan hanyalah seukuran gelas kecil tersebut. Namun jika kita memperbesar “gelas” kita, mengembangkan diri kita, tentunya kita dapat menampung kekayaan yang lebih besar.

Rahasia kesuksesan bukanlah dengan menghindari, menyingkirkan, atau mengecilkan masalah. Rahasianya adalah meningkatkan diri Anda sehingga Anda lebih besar daripada segala masalah yang ada – T. Harv Eker

THE GIFT OF FAILURES

Tentu tidak ada seorangpun yang suka jika ia gagal. Kegagalan biasanya diikuti dengan kehilangan sejumlah besar uang, waktu dan bahkan gengsi. Jika kegagalan terjadi kepada kita, ingatkan diri kita – That’s OK. Asalkan ketika mengalami kegagalan, Kita harus bangkit lagi, gagal, bangkit lagi, gagal, bangkit lagi!!

Bahkan, mungkin kita perlu mengalami kegagalan terlebih dahulu, karena terkadang kegagalan memberi kita hadiah-hadiah yang mungkin tak ternilai :

1. Kegagalan Mengasah Kualitas Diri Kita

Kegagalan dan kekalahan adalah guru terbesar kehidupan. 

Ada perbedaan besar antara pernyataan “Saya telah gagal tujuh kali” dengan “Saya adalah orang yang gagal”. 

Kegagalan itu hanyalah kondisi hidup, bukan melambangkan diri kita. Kegagalan tidak lantas menjadikan diri kita sebagai seorang pecundang. 

Kita memiliki dua pilihan ketika mengalami kegagalan : terpuruk atau bangkit kembali. Ketika kita memutuskan untuk bangkit kembali, disitulah kualitas diri kita diuji.

Untuk menjadi diri kita yang terbaik, membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, kita tidak boleh takut akan kegagalan. 

Kita harus bepikir besar dan kita harus mendorong diri kita untuk mencapai potensi diri yang maksimal.

2. Kegagalan Membuat kita Siap untuk Mengambil Risiko

Banyak orang yang bermain aman saja dan mengulangi pilihan yang aman berulang kali, tidak berani ambil risiko karena kegagalan mengintai di setiap tantangan baru yang kita ambil.

Mengambil risiko adalah bagian dari usaha kita untuk mencapai kesuksesan. Kita tidak akan sukses bila tidak berani mengambil risiko, termasuk risiko untuk gagal. 

Ketika tujuan dan impian begitu jelas, kita akan memperjuangkan impian kita dengan layak dan sebaik-baiknya dengan segala risikonya, baik besar maupun kecil, baik positif maupun negative. 

Ketika sudah pernah mengambil risiko, merasakan kegagalan dan kemudian bangkit lagi, semakin kita terlatih untuk mengambil keputusan-keputusan yang lebih tepat.

3. Kegagalan Mengajarkan kita tentang Kerendahan Hati

Kegagalan membuat kita menyadari keterbatasan kita. Mungkin, kegagalan juga salah satu teguran bagi kita karena memiliki prioritas yang salah. 

Salah satu sosok yang menginspirasi kami adalah J.K. Rowling, penulis novel bestseller Harry Potter. Pada masa sebelum Harry Potter dikenal diseantero dunia, J.K. Rowling memiliki hidup yang sangat sulit. 

Ia adalah seorang single parents dengan seorang anak perempuan yang masih bayi dan hidup sangat berkekurangan, depresi, dan pernah nyaris bunuh diri. Namun ia tidak berhenti berjuang meskipun pada awalnya novelnya ditolak penerbit, sampai pada akhirnya menjadi bestseller dan ia pun meraih predikat salah satu wanita terkaya di dunia.

Karena sudah pernah merasakan berada di bawah, ia menjadi seorang sosok yang sungguh rendah hati dan dermawan. 

Ia rela menyumbangkan sebagian kekayaannya meskipun ia harus dihapus dari daftar miliarder versi Forbes. Kegagalan di masa lampau telah mengajarkannya untuk rendah hati dan memberinya pelajaran hidup.

4. Kegagalan Membuat Kita Semakin Kuat dan Bertumbuh

Bagi J.K. Rowling, kegagalan yang harus ia hadapi justru memberinya kekuatan. Ia sadar, meskipun ia telah begitu gagal sampai tidak memiliki apapun, ia masih bisa tetap hidup. Justru karena ia tidak punya apa-apa, ia bisa focus pada satu hal yang ia dapat lakukan, yaitu menulis. Meskipun hidupnya pernah hancur, namun ia bisa bangkit lagi dan membangun fondasi yang kokoh untuk kehidupannya yang baru. 

Belajar dari kisah J.K. Rowling, ketika gagal dan kemudian bangkit kembali, ia menjadi semakin percaya diri dalam memasuki situasi dan kehidupan baru. 
Karena ia tahu : Ia akan baik-baik saja apapun yang terjadi.

Anda dapat mengontrol hidup anda sendiri. Kehendak Anda sendiri sangatlah kuat – JK Rowling

Semakin banyak kita berhasil bangkit dari kegagalan, kegagalan menjadi tidak menakutkan lagi. Selain itu, pulih dari kegagalan dapat membangkitkan kepercayaan diri kita sehingga membentuk kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan berkembang dan bertumbuh jauh melebihi sebelumnya.

5. Kegagalan Membuat kita Lebih Pintar, Bijaksana dan Bertanggungjawab

Ternyata, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa masalah membuat kita menjadi lebih pintar, lho! 
Menurut penelitan dalam Journal of Applied Psychology menyimpulkan bahwa kesalahan, masalah, dan tantangan menghasilkan tingkat pembelajaran yang tinggi.

Hal ini karena ketika menghadapi masalah, otak kita dilatih untuk bekerja dan memikirkan solusi atas masalah tersebut.

Banyak orang yang mengira pertambahan usia lah yang membuat seseorang menjadi bijaksana. Namun sebenarnya yang lebih tepat adalah kayanya pengalaman hidup seseorang yang menjadikan ia pribadi yang bijaksana.

Ketika dilanda kegagalan, orang sukses biasanya mengambil keputusan secara bijaksana, yakni menerima masalah tersebut, bertanggung jawab atas segala konsekuensi dan terus berjalan maju. 

Saat gagal dalam bisnis, orang yang tidak sukses tidak mengambil keputusan bijaksana dan langsung menyerah, tanpa mencari tahu dahulu faktor apa yang membuat ia gagal. 

Mereka cenderung menyalahkan orang atau hal-hal lain sebagai penyebab. Sikap ini membuat orang yang tidak sukses menyerahkan nasibnya pada orang lain. 

Mereka tidak terdorong untuk belajar dari kegagalan dan mau bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

CHANGE HOW YOU THINK ABOUT PROBLEM

Setiap orang PASTI pernah mengalami kegagalan. 

YES, semua orang pasti pernah. 
Apa ada yang ketika masih bayi langsung bisa berlari tanpa berkali-kali gagal melangkah?
Jika kita ingat ketika pertama kali belajar naik sepeda, sebelum semahir sekarang, mungkin rasanya mengendarai sepeda itu sulit sekali. 
Berkali-kali jatuh, lutut berdarah. 

Namun jika kita melihat kesulitan saat belajar naik sepeda dengan kacamata kita sekarang, sepertinya itu hanyalah permasalahan kecil, bukan?

Mungkin banyak dari kita yang menganggap tantangan dan masalah sebagai suatu hal yang negative dan menakutkan. 

Hal itu sangatlah wajar

Namun, seandainya kita mencoba memandang masalah tersebut dari perspektif yang berbeda, mungkin tantangan-tantangan yang harus kita hadapi saat ini sebetulnya hanyalah tantangan kecil yang bertujuan untuk perkembangan diri dan bisnis kita.

Kita pasti selalu berusaha menghindari kegagalan. Namun sesungguhnya, kegagalan merupakan bagian proses meraih keberhasilan. 

Selama mau melewatinya dengan positif, kita akan bertransformasi dan berubah. 

Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana respons kita dalam menghadapi kegagalan tersebut.

Diperlukan suatu kemampuan diri kita untuk mau berproses, gagal dan bangkit lagi, dan tidak terpuruk pada kegagalan itu. 

Bila kita benar-benar ingin mewujudkan impian kita, jangan sekedar berharap dan mengeluh. 

Segeralah bekerja, jangan ragu jika mengalami banyak kegagalan, terus maju dan atasi masalah dan kegagalan itu. Perbaiki setiap kesalahan dan jadikan kesalahan sebagai batu pijakan untuk meraih kesuksesan.

[ACTION TO DO]

1. Belajar menerima kegagalan
Ketika mengalami kegagalan, terimalah itu dan jangan menyalahkan keadaan. 

Jangan menganggap kegagalan sebagai musuh, tapi izinkanlah kegagalan hadir dalam kehidupan kita. 

Karena dengan melakukan ini, kita juga mengijinkan keberhasilan menjadi bagian dalam kehidupan kita 😊😊😊

Ingatlah bahwa kegagalan itu bersifat sementara dan tidak berlangsung sementara. 

Tarik nafas yang dalam dan katakan kepada diri sendiri “Saya pasti bisa! Saya LEBIH BESAR dari masalah ini”

2. Pertahankan sikap positif
Buat pilihan untuk selalu menjadi orang yang positif meskipun dilanda masalah. 

Selalu bersikap positif memang sangat sulit dilakukan, apalagi jika kita sedang dirundung masalah. 

Namun kita bisa melatih hal ini dengan membangun image diri kita yang positive, berkumpul dengan lingkungan yang positif dan membangun, dimana kita bisa belajar, dituntun dan bertumbuh.

3. Tuliskan masalah-masalah yang sedang kita hadapi saat ini.
Kemudian buatlah list 10 hal yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikan atau paling tidak memperbaiki masalah tersebut. Hal ini bisa melatih diri kita menjadi berpikir secara solutif.

Siapkah kita untuk gagal?

Siapkah kita untuk bangkit lagi jika mengalami kegagalan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar