Selasa, 09 Oktober 2018

COMMUNITY AND MENTORS

BERGAUL DAN BELAJAR DENGAN ORANG SUKSES

Tidak ada seorangpun yang dapat hidup sendiri. Begitu pula di dunia entrepreneurship. 

Kita semua, pada suatu saat dalam hidup kita, membutuhkan nasihat dan pertolongan dari orang lain
Setiap individu, tidak peduli siapapun, pasti memerlukan pertolongan dari orang lain.

Kesuksesan meninggalkan jejak, baik secara pola pikir dan strategi yang mereka lakukan, sehingga kita tinggal mengikuti saja apa yang dilakukan role model kita tersebut untuk mencapai kesuksesan seperti mereka saat ini.

Bahkan ada penelitian bahwa kita saat ini merupakan pencerminan dari 5 orang yang terdekat dengan kita. 

5 orang ini yang rata-rata penghasilannya kita hitung adalah 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita setiap harinya. 
Mereka bisa saja sekretaris, rekan kerja, atau bahkan asisten rumah tangga kita. Siapa saja yang paling sering bersama kita.

Coba kita buktikan, tuliskan kisaran pendapatan mereka. 

Kemungkinan besar, pendapatan kita merupakan rata-rata dari 5 orang terdekat tersebut.

Jadi, salah satu kunci meningkatkan penghasilan kita adalah menentukan siapa orang-orang yang akan sering bersama-sama kita setiap harinya. 

Orang yang kaya akan merasa nyaman dengan orang-orang sukses lainnya, mereka merasa layak bersama. 

Namun orang miskin tidak nyaman dengan orang-orang yang sangat sukses. Mereka takut kalau akan ditolak atau merasa seolah-olah tidak pantas.

Jika kita ingin menjadi kaya, maka kita harus mengubah batin dan pola pikir agar dapat sepenuhnya merasa yakin untuk bergaul dengan orang-orang sukses tersebut dan kita pun akan menjadi sukses.

Hasil studi dari seorang penulis Thomas C Corley membuktikan bahwa untuk meraih kesuksesan, para miliarder ternyata sejak awal menghindar bergaul dengan orang yang berpikir negative

Corley memahami perbedaan antara menjadi kaya dan miskin di usia Sembilan tahun, ketika usaha ayahnya bangkrut hanya dalam waktu satu malam karena kebakaran, yang membuat dia bersama sebelas anggota keluarga lainnya hidup dalam ketakutan akan kehilangan rumah mereka.

Ketika dewasa, Corley menghabiskan waktu selama lima tahun untuk meneliti kebiasaan dari 233 orang kaya di dunia. Dari penelitian tersebut dia menemukan ada banyak perbedaan besar antara kebiasaan orang kaya dan orang miskin, salah satunya adalah dalam hal memilih teman. Para miliarder sangat mementingkan dengan siapa mereka bergaul.

“Banyak miliarder sangat mementingkan dengan siapa mereka bergaul, Anda akan sukses sesuai dengan siapa Anda bersosialisasi. Orang kaya selalu mencari orang yang berorientasi pada tujuan, optimis, antusias, dan yang memiliki pandangan mental yang positif secara keseluruhan,” tulis Corley dalam bukunya Change Your Habits, Change Your Life.
Hasil studinya menunjukkan bahwa 86 persen dari orang kaya yang ia teliti bergaul dengan orang yang berpikir sukses, optimis dan menghindari orang yang berpikir negative, seperti pesimistis.

Agar dapat menjadi orang yang optimis dan percaya diri untuk bergaul dengan orang sukses, bisa coba untuk membuat deklarasi pada diri sendiri: 

Letakkan tangan di hati dan katakan:
“Saya mencontoh orang-orang kaya dan sukses.”
“Saya bergaul dengan orang kaya dan sukses.”
“Jika mereka bisa melakukannya, saya bisa melakukannya!”
“Saya memiliki pikiran jutawan!”

Apabila kita bergaul dengan penjual parfum, kita akan jadi wangi. Bergaul dengan penjual ikan, kita akan kena bau amis. Bergaul dengan perampok, kita bisa juga disangka sama dengan perampok. Bergaul dengan orang positif membuat kita menjadi orang yang positif juga.

Bagaimana kalau kita bergaul dengan orang yang sukses dalam bisnis? Pasti kita juga tidak jauh levelnya dari mereka, bukan? 😉

MENTOR

Kamus mendefinisikan kata “mentor” (pembimbing) sebagai “seseorang yang bijaksana dan penasihat atau guru yang bisa dipercaya”. Definisi lain adalah “seorang pelatih”. 

Pertama-tama, seorang mentor dapat memberi kita persepektif yang berbeda

Seringkali kita berada terlalu dekat dengan masalah sehingga tidak dapat melihatnya secara objektif. Kita terjebak dalam emosi pada situasi tersebut : takut, gembira, penasaran, gelisah, bingung. 

Tapi seorang mentor dapat melihat dari perspektif yang berbeda, sehingga dapat memberikan gambaran dari sudut pandang berebeda yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. 

Pengalaman ditambah dengan waktu = kebijaksanaan. 
Seorang mentor dapat memberikan kebijaksanaan dari pengalaman seumur hidupnya.

Kedua, seorang mentor dapat memberi kita keahlian

Seorang mentor dapat mengisi kekosongan dari kekurangan kita. 
Dalam mempelajari suatu pekerjaan baru, seorang mentor yang berpengalaman dapat membuat mudah suatu proses, membimbing kita melalui bagian-bagian sulit, membantu kita menghindari kesalahan, dan memperingatkan kita akan bahaya. 

Singkatnya, seorang mentor membantu kita menghindari pengalaman-pengalaman gagal, yang merupakan pelajaran paling mahal dalam bentuk waktu, uang, dan emosi yang menyakitkan. Seorang mentor dapat mempercepat jalan kita menuju sukses.

Ketiga, seorang mentor membuat kita sabar dalam mempelajari keterampilan baru

Dalam mempelajari sesuatu yang baru, ada yang namanya learning curve (kurva pembelajaran). Seorang mentor dapat mengajari kita untuk bersabar ketika kita sedang berjuang melalui kesalahan untuk menjadi seorang ahli.

Tentukan ilmu yang ingin kita perdalam dan kuasai 
Jika kita ingin berbisnis, cara tercepat, teraman, dan termudah untuk melakukan hal ini adalah dengan belajar dari seseorang yang sudah ahli di bidang tersebut. 

Serap ilmu dari mentor-mentor tersebut, belajar berpikir seperti bagaimana mereka berpikir untuk mencapai hasil yang mereka dapatkan

[ACTION TO DO]

Agar dapat bergaul dengan orang sukses dan positif, maka kita harus menjadi pribadi yang positif juga. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Jauhkan pikiran “Bagaimana kalau nanti……?”
Apabila sesuatu belum terjadi namun kita sudah meramal yang bukan-bukan, kita hanya bisa fokus ke hal-hal negative saja. 

Daripada berprasangka buruk, gantilah dengan prasangka baik dan membuat strategi bagaimana jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita. 

Orang yang berprasangka buruk hanya bisa tenggelam dalam pikiran negative nya saja tanpa mencari solusi yang baik.

2. Berteman dan berkumpul dengan orang positif
Hal yang sangat penting yaitu membuat diri kita berada pada lingkungan yang positif.

Namun apabila saat ini merasa lingkungan kurang mendukung, carilah komunitas positif dan bergabunglah dengan komunitas positif yang ada, seperti komunitas bisnis. 

Komunitas sangatlah penting untuk menunjang apa yang ingin kita capai, sehingga bisa saling mendukung dan belajar.

3. Baca buku atau nonton film yang positif
Jika ingin menonton, hindari tontonan TV yang tidak penting. 

Isi pikiran kita dengan membaca buku dan menonton yang dapat menambah pengetahuan kita, membangkitkan semangat, dan juga mempertajam keahlian kita. 

Misalnya buku biografi orang-orang sukses, kita akan termotivasi dan juga mempelajari pola pikir mereka. 

Ke perpustakan, toko buku, atau bisa browsing dari internet untuk mencari biografi orang-orang kaya dan sukses, seperti: Andrew Carnegie, Warren Buffet, Donald Trump, Jack Welch, Bill Gates, Merry Riana, dll. 

Pelajari cerita mereka sebagai inspirasi dan mempelajari strategi sukses, dan yang paling penting meniru pola pikir mereka.

4. Miliki Mentor
Dengan adanya mentor akan mempercepat proses belajar kita, apalagi mentor tersebut adalah orang yang sudah pernah mendapatkan apa yang ingin kita capai.

5. Melihat sisi baik dari suatu kejadian
Suatu peristiwa yang kita hadapi, pasti ada hikmahnya. 

Walaupun kita saat ini mengalami hal yang buruk, namun pasti selalu ada hal positif yang bisa kita bisa ambil dari kejadian tersebut.

6. Bersyukur
Bukan berfokus kepada apa yang tidak kita miliki, tapi cobalah untuk mengingat hal-hal yang menjadi milik kita. 

Ingat semua hal baik yang pernah terjadi. Bersyukur atas hidup kita bisa membuat kita menjadi lebih positif lagi

7. Visualisasi
Dengan membayangkan apa yang ingin dicapai atau membayangkan menjadi seseorang yang kita kagumi bisa menjadi motivasi dalam diri serta membantu kita merasa lebih positif dalam menjalani hidup.

8. Pikirkan cara untuk mengubah visualisasi menjadi tindakan
Langkah berikutnya adalah memikirkan bagaimana kita bisa mencapai tujuan yang telah kita visualisasikan tadi. Hanya sekedar membayangkan saja namun tidak ada action tidak akan memuatnya menjadi kenyataan. Oleh sebab itu, buatlah strategi step-by-step untuk mewujudkan hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar